Follow detikFinance
Minggu, 20 Mei 2018 15:00 WIB

Jurus Ambil Untung di Saham Blue Chips dan Gorengan

Ellen May - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Setelah menguat tajam sepanjang tahun 2017, IHSG anjlok pada bulan Februari 2018. Lalu terus mengalami trend turun hingga artikel ini ditulis, pada bulan Mei 2018.

Apa sebenarnya yang menggerakkan IHSG naik dan turun tak lain adalah fluktuasi dari saham-saham berkapitalisasi besar, alias saham-saham Blue Chips.

Bagaimana sih cara dapat untung maksimal pada saham Blue Chips? Bagaimana pula dengan saham lapis dua dan lapis tiga, yang terkadang dapat julukan saham gorengan? Mengapa disebut saham gorengan?

Apa itu saham blue chips dan apa itu saham gorengan? Mana yang lebih layak untuk ditradingkan dan diinvestasikan? Kapan waktu yang tepat untuk membeli
saham blue chips dan saham Small Caps?


Blue chips adalah istilah untuk saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar. Kapitalisasi artinya adalah nilai saham yang beredar di publik. Kapitalisasi dihitung dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham saat itu.

Sebagai contoh, saham ABCD, ada 1 juta saham yang beredar di publik. Harga sahamnya Rp 2500, jadi kapitalisasi dari saham ABCD adalah Rp 2.500.000.000.

Kapitalisasi bisa bertambah besar jika harga saham terus bertumbuh naik dan jika ada right issue atau diterbitkannya saham baru, sehingga jumlah saham
semakin banyak.

Saham-saham yang berkapitalisasi besar inilah yang seringkali disebut dengan saham Blue Chips atau saham Big Caps.

Apa saja karakter dari saham Blue Chips?
Seperti yang sudah Anda baca di atas, karakter pertama dari saham Blue Chips adalah memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Karakteristik dari saham-saham blue chips biasanya jumlah saham yang beredar banyak, serta nominal harganya pun cenderung premium, sehingga membuat kapitalisasi dari saham-saham tersebut terbilang besar.

Karakter kedua dari saham Blue Chips adalah perusahaan tersebut bukan lagi perusahaan yang bertumbuh, melainkan perusahaan yang sudah mapan dan kuat.

10 perusahaan berkapitalisasi terbesar di Indonesia antara lain :

1. BBCA (Bank BCA)
2. HMSP (H.M. Sampoerna)
3. BBRI (Bank BRI)
4. TLKM (Telkom)
5. UNVR (Unilever)
6. BMRI (Bank Mandiri)
7. ASII (Astra International)
8. BBNI (Bank Negara Indonesia)
9. UNTR (United Tractors)
10. GGRM (Gudang Garam)

Karakter berikutnya dari saham Blue Chips adalah karena kapitalisasinya besar. Saham Blue Chips cenderung bergerak steady dan tidak terlalu liar pergerakannya.

Meski demikian, biasanya saham Blue Chips cenderung terus menguat dalam jangka panjang karena didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat.


Selain itu karena jumlah saham yang beresar banyak, maka akan semakin besar pula likuiditas saham tersebut. Sehingga saham akan lebih mudah ditransaksikan. Oleh karena karakter-karakter itulah, saham Blue Chips ini lebih cocok untuk long term investing.

Bagaimana dengan saham lapis dua atau yang sering disebut saham "gorengan"?
Lain halnya dengan saham blue chips, saham Small Caps adalah saham yang memiliki kapitalisasi kecil dan biasanya memiliki fundamental yang kurang bagus, memiliki likuiditas yang kecil, memiliki volatilitas yang tinggi atau memiliki pergerakan yang cukup liar dan biasanya ada sosok yang disebut market maker atau yang lebih sering kita dengar dengan istilah bandar dibalik pergerakan harganya yang liar.

Jika Anda adalah tipe trader yang menyukai tantangan dan ingin menguji adrenalin Anda, saham Small Caps cocok untuk Anda, pergerakan harga saham yang liar mampu memberikan keuntungan puluhan persen bahkan lebih hanya dalam waktu singkat.

Meskipun demikian Anda juga perlu berhati-hati karena tidak sedikit juga orang yang rugi besar di saham-saham Small Caps tersebut.

Strategi Saham Small Caps

Berbeda dengan saham blue chips yang berfundamental bagus dan pergerakan harga yang cenderung lebih stabil jika di hold dalam jangka waktu yang panjang. Saham Small Caps lebih cocok untuk ditradingkan ketimbang diinvestasikan, dikarenakan kondisi fundamental yang kurang bagus.

Pertama, untuk Anda bisa trading dengan lebih aman sebaiknya masuk ke saham Small Caps dengan dana yang tidak terlalu besar, agar tidak mengganggu likuiditas dari saham-saham tersebut dan uang.

Tetap tentukan keputusan jual dan beli berdasarkan analisis teknikal. Dengan menggunakan strategi buy on breakout pada saham IKAI Anda dapat mendapatkan keuntungan sekitar 300% dalam jangka waktu beberapa bulan saja.

Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa trading saham small caps sangat berbeda dengan big caps. Karena sudah sangat berbeda karakter serta risikonya.

Pastikan sebelum Anda trading saham small caps, Anda sudah siap dengan ilmu yang benar dan management modal yang baik serta penguasaan diri yang baik.

Salam Profit,
Ellen May (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed