Follow detikFinance
Minggu, 20 Mei 2018 15:31 WIB

Ojek Online Mulai Menggeliat di Daerah, Ini Dampaknya

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kehadiran transportasi online yang dulu sempat mendapat resistensi dari pemerintah daerah suatu wilayah kini justru mulai mendapat dukungan.

Hadirnya GO-JEK, penyedia layanan on demand yang di dalamnya juga menyediakan jasa transportasi disambut baik oleh Pemerintah Bangka Belitung (Babel)

Kepala Dinas Perhubungan Bangka Belitung KA Tajuddin mengatakan hadirnya GO-JEK di Babel diyakini tidak menimbulkan konflik dan justru membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Daerah kita kondusif saya yakin tidak ada masalah, karena kan unit transportasi sudah berdasarkan kuota baik online dan konvensional dan kita juga selalu berkomunikasi dengan transportasi konvensional," kata Tajudin usai menghadiri acara Peresmian Layanan GO-JEK di Pangkal Pinang, seperti dikutip dari keterangan tertulis Jumat (20/5/2018).


Menurut dia, dengan adanya GO-JEK masyarakat akan lebih mudah menjalankan usahanya lewat online. "Mereka terbantu untuk menjual produknya melalui jasa pengiriman ini. Masyarakat juga tidak perlu untuk repot kemana-mana kalau butuh makanan dan berbelanja," katanya.

Tajuddin meminta kepada seluruh masyarakat khususnya Pangkalpinang untuk mengambil sisi positif dengan hadirnya GO-JEK. "ambil sisi positifnya, terutama untuk UMKM."

Seperti diketahui, GO-JEK memperluas layanannya hingga ke Pangkalpinang. Hadirnya GO-JEK di Pangkalpinang, diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan solusi dan di saat yang sama membantu pekerja sektor informal memperoleh pendapatan lebih melalui teknologi.

GO-JEK saat ini merupakan platform layanan konsumen berbasis aplikasi terbesar di Indonesia yang telah didownload sebanyak lebih dari 77 juta kali.

Data Kabupaten Provinsi Babel pada 2017 menunjukkan Pangkalpinang memiliki 17.308 unit UMKM atau 14% dari total keseluruhan industri UMKM di Bangka Belitung. Namun demikian, rasio kewirausahaan di daerah tersebut mencapai 2,75% atau yang paling tinggi di provinsi Bangka Belitung. Potensi kewirausahaan inilah yang ingin didorong oleh GO-JEK agar menjadi lebih maju dengan memperluas pasarnya.


VP Public Affairs GO-JEK Astrid Kusumawardhani mengatakan "GO-JEK memiliki misi untuk untuk memberikan manfaat sosial semaksimal dan seluas mungkin bagi jutaan masyarakat Indonesia. Kehadiran GO-JEK mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang tidak hanya menghubungkan para penjual dan konsumen tetapi pertumbuhan usaha kecil dan mikro serta memberikan peluang nyata bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku sektor informal. Kami berharap solusi yang ditawarkan GO-JEK bisa membantu meningkatkan perekonomian lokal"

Kini GO-JEK telah bermitra dengan lebih dari 150.000 merchant GO-FOOD di seluruh Indonesia, dimana 80% di antaranya merupakan pelaku usaha kecil dan menengah. Berdasarkan data internal GO-JEK penghasilan pelaku usaha UMKM meningkat 2,5 kali lipat sejak bergabung menjadi mitra GO-FOOD.



Saksikan juga video "Komisi V DPR janji perjuangkan nasib ojek online":

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed