Follow detikFinance
Minggu, 20 Mei 2018 17:25 WIB

Laporan dari Washington DC

Belajar Atur Parkir di Jalanan dari AS

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari/detikFinance Foto: Dana Aditiasari/detikFinance
Washington - Parkir masih menjadi permasalahan di tanah air terutama di kota-kita besar seperti Jakarta yang populasi kendaraannya sangat banyak.

Selain mengganggu pemandangan kota, parkir yang berantakan juga kerap menjadi biang keladi yang menyebabkan kemacetan.

Bicara soal parkir, Indonesia sepertinya bisa belajar dari negara maju seperti Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu detikFinance sempat menyambangi Washington DC, ibu kota AS.

RI Bisa Belajar Atur Parkir Jalanan dari ASFoto: Dana Aditiasari/detikFinance

Di kota ini, pengaturan parkir dibantu menggunakan mesin parkir yang bisa dengan mudah diakses oleh pemilik kendaraan.

Bentuk mesinnya pun cukup sederhana, yakni kotak berwarna abu-abu yang dilengkapi dengan layar yang menunjukkan indikator dan informasi parkir, sejumlah tombol dan lubang kartu tempat memasukkan kartu untuk pembayaran.

Satu mesin berfungsi untuk memantau status parkir satu kendaraan. Dalam satu titik, biasanya terdapat dua mesin untuk memantau dua mobil yang saling berdekatan.

RI Bisa Belajar Atur Parkir Jalanan dari ASFoto: Dana Aditiasari/detikFinance

Bagaimana cara kerjanya?

Setiap kendaraan yang baru saja parkir, wajib mengakses mesin untuk melakukan pembayaran. Tarif 1 jam parkir adalah US$ 4 dolar. Bila berencana parkir lebih dari 1 jam, maka lebih baik mengatur lama parkir sekitar dua jam atau lebih.

Pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit. Begitu pembayaran berhasil dilakukan, maka lampu indikator pada mesin akan berubah dari merah menjadi hijau.

Lampu indikator akan terus berwarna hijau selama waktu yang diatur sebelumnya belum terlampaui. Bila waktu terlampaui, maka lampu indukator akan berubah menjadi merah.

RI Bisa Belajar Atur Parkir Jalanan dari ASFoto: Dana Aditiasari/detikFinance

Bila lampu berwarna merah, petugas polisi akan memberikan karcis tilang yang akan disisipkan di kaca bagian depan kendaraan. Informasi tilang tersebut juga tercatat di pusat data perpajakan AS.

Pembayarannya bisa dilakukan melalui mesin ATM dengan mengikuti petunjuk yang ada di karcis tilang.

Masyarakat pemilik kendaraan bisa saja mangkir dan tidak membayarnya. Namun, otoritas pajak akan memberikan catatan buruk pada pemilik kendaraan yang di masa depan akan membuatnya sulit memperoleh layanan keuangan dari mulai kredit kendaraan, kredit pemilikan rumah bahkan bisa sulit memperoleh pekerjaan.

RI Bisa Belajar Atur Parkir Jalanan dari ASFoto: Dana Aditiasari/detikFinance

Dengan cara ini masyarakat lebih tertib dalam memarkir kendaraannya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed