Follow detikFinance
Senin, 21 Mei 2018 10:13 WIB

Perjalanan Karir Bos LG yang Meninggal karena Kanker Otak

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: dok. LG Group Foto: dok. LG Group
Jakarta - Bos LG Group Koo Bon-moo tutup usia. Ia meninggal dunia di usia 73 tahun karena penyakit kanker otak yang dideritanya selama setahun terakhir.

Koo sendiri merupakan orang terkaya nomor empat di Korea Selatan. Pria lulusan Ashland University dan Cleveland State University itu mengawali karirnya di Lucky Chemical Industrial Co yang kini bernama LG Chemical pada 1975 sebagai manajer.

Kemudian Koo dipindahkan ke GoldStar yang merupakan cikal-bakal LG pada 1980. Selanjutnya dari tahun 1983 hingga 1984, Koo memimpin kantor perusahaan yang berada di kawasan Tokyo.

Pada tahun 1995, Koo menggantikan ayahnya Koo Cha-kyung mengepalai LG Group hingga tutup usia. Ketika menjadi bos LG, Koo mendirikan lini bisnis utama yakni elektronik, bahan kimia dan telekomunikasi.

Koo memang berkontribusi besar terhadap bisnis perusahaan. Saat itu ia mengubah merk dagang Lucky Goldstar menjadi LG. Perusahaan menjual alat semikonduktor ke perusahaan Hyundai.


Sejak menggantikan ayahnya itu, Koo berhasil meningkatkan penjualan perusahaan dari sekitar US$ 38 miliar menjadi lebih dari US$ 140 miliar. Dia yang saat itu sudah berusia sekitar 50 tahun dinilai berhasil untuk mengembangkan kiprah perusahaan menjadi lebih maju.

Selain itu, Koo juga menjalankan strategi perampingan struktur perusahaan. Ini dilakukan agar perusahaan bisa berjalan maksimal. Selain itu, perusahaan konglomerasi yang dikelola keluarga ini juga sukses meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan atau good corporate governance yang baik.

Kini, produk LG sendiri sudah banyak tersebar hingga ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia berkat kepemimpinan Koo. Berbagai produk elektronik yang terkenal mulai dari Air Conditioner (AC), Televisi, Kulkas dan sejumlah produk lainnya banyak digunakan seluruh dunia.

Hingga akhirnya Koo menjalani serangkaian operasi untuk penyembuhan kanker otak yang dideritanya itu. Namun sayang, nyawanya tak berhasil diselamatkan.

(fdl/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed