Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Mei 2018 14:34 WIB

Mau Bisnis Kue Lebaran Supaya Disayang Pelanggan, Ini Tipsnya

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Belakangan bisnis kue kering mulai menjamur, ada yang berupa penjual musiman ada juga yang sudah konsisten selama bertahun tahun.

Untuk konsisten bisnis memang banyak hambatannya mulai dari tidak ada pembeli sampai tantangan pengusaha untuk bisa mempertahankan kualitas barang dagangannya.

Hal ini yang menjadi kunci sukses Bisnis Kue Kering Rumahan di kawasan Kwitang Jakarta Pusat, Yuli yang merupakan generasi ketiga penerus usaha bisnis rumahan kue kering Lebaran mengaku pembelinya saat ini merupakan pelanggan-pelanggan lama.


Mulai dari neneknya yang mulai berjualan kue sejak tahun 1960 kemudian ke ibunya dan saat ini Yuli yang memegang lini produksi dan pemasaran.

"Kita jualan dari tahun 1960, sampai sekarang," kata dia kepada detikFinace, Senin (21//5/2018).

Pelanggan yang tetap setia selama puluhan tahun membuatnya hingga kini bertahan masih saja tetap berjualan kue secara konsisten dari tahun ke tahun. Selain menjaga kualitas, Yuli mengaku ia tetap mempertahankan rasa yang ia dapat dari resep keluarga. Beberapa inovasi ia aplikasikan ke beberapa kue namun hanya berupa toping dan bentuk kue.

"Harus mempertahankan rasa itu sih, sama kualitas. Jangan berani-berani untuk pakai bahan yang nggak bagus karena kan ini sudah pelanggan tetap. Jangan sampai mereka kecewa sama kuenya kita," ujar dia.

Mau Bisnis Kue Lebaran Supaya Disayang Pelanggan, Ini TipsnyaFoto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Selain itu untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan, pengusaha kue kering harus bisa melihat harga kue saat ini. Yuli mengatakan, jangan menaikkan harga tinggi, cukup memasang harga yang terjangkau dan bersaing dengan yang lain.

"Harga dari dulu juga nggak naik tinggi tinggi, hanya menyesuaikan saja. Itu yang bikin pelanggan kita juga tetap. Saya nggak berani jual kue yang nggak enak ke pelanggan," kata dia.


Yuli menceritakan banyak saat ini produk kue kering yang dijajakan dalam tampilan yang murah meriah namun hal itu tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kualitas dari ketahanan makanan, rasa sampai konsisten untuk membuat rasa kualitas sampai harga yang sama untuk menggaet lebih banyak konsumen.

"Usahakan pakai bahan bahan yang segar, misalnya pakai gulanya asli nggak pakai yang buatan. Sekarang juga biar nggak bosen kita inovasi bentuk kue toping sampai toplesnya, kita percantik toplesnya dengan bentuk kotak," kata dia.

Untuk harga per toplesnya ada yang Yuli jual dari harga Rp 35.000- 120.000. Yuli juga menjual harga per kilo untuk beberapa kue unggulan.

Untuk harga per kilonya yuli menjelaskan berbagai kue yang ia jual dari harga Rp 40.000 sampai 90.000. Untuk jenis kue lidah kucing dan semprit dijual dengan harga Rp 40.000/ kilogram.

Mau Bisnis Kue Lebaran Supaya Disayang Pelanggan, Ini TipsnyaFoto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Kemudian untuk jenis kue kering seperti kastengel, coklat, kacang dan nastar dijual dengan harga Rp 90.000/ kilo.

"Ini kan satu kalengnya beratnya 8 kilo, jadi tinggal sesuai pemesan aja mau beli berapa banyak, karena disini kue yang dijual per kilo juga ada," kata dia.


Dengan asumsi pembelian jenis nastar kastengel dan coklat untuk produk unggulan satu kalengnya dijual dengan harga Rp 720.000. Dengan harga Rp 700.000 pelanggan sudah bisa mendapatkan kue jadi dengan total berat 8 kilo yang siap dimakan saat Lebaran. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com