Banyak 'Inang-Inang' Ikut Tukar Duit di Monas

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 22 Mei 2018 16:06 WIB
Warga antre tukar uang di Monas. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Momen penukaran uang di Lapangan IRTI Monas tak hanya dimanfaatkan oleh warga yang mau bagi-bagi THR. Ada juga mereka yang menukar uang untuk 'dibisniskan' lagi.

Biasanya, momen ramadan dan jelang lebaran jadi peluang bisnis bagi mereka yang membuka layanan tukar uang 'ilegal' mematok tarif setiap nominal penukaran uang. Mereka bukan bank. Biasanya dikenal dengan sebutan 'inang-inang'.

Nah, di IRTI Monas, inang-inang pun berbaur ikut antre bersama warga lain yang memang menukarkan uang untuk keperluan lain seperti bagi-bagi THR, keperluan keluarga dan liburan.


Penelusuran detikFinance di lokasi, Selasa (22/5/2018), ada sepasang suami istri yang membawa bungkusan plastik berisi gepokan uang, yang jumlahnya sangat banyak.

detikFinance bertanya untuk apa penggunaan uang baru tersebut. Mereka mengakui bahwa uang tersebut bakal digunakan lagi untuk layanan tukar uang.

"Kalau kita kayak gini baru setahun coba coba begini," kata sang istri yang belum sempat diketahui namanya.


Diketahui, penukaran uang di IRTI Monas ini mensyaratkan satu KTP berlaku satu kali menukarkan uang dengan maksimal jumlah Rp 3,7 juta. KTP yang sama tidak bisa digunakan lebih dari 1 kali dalam kurun waktu 3 hari.

Mereka ternyata tak hanya memanfaatkan KTP pribadi mereka masing-masing. Mereka mencoba meminjam KTP orang lain agar bisa menukarkan uang lebih banyak dari 'jatahnya'.

Buktinya, detikFinance pun dimintai KTP sebagai syarat mau diwawancara.


"Saya pinjam dulu KTP, untuk nukar uang lagi, nanti saya baru ceritakan soal kerjaaan saya," kata dia.

"Kita kan ini jasa buat bantu bantu orang yang mau nukar duit," tandasnya.

Sementara warga lain mengaku menukarkan uang untuk dibagi-bagikan ke sanak famili dan keperluan sehari-hari.


Mau tukarkan uang di Monas? Begini mekanismenya:

(zlf/ang)