Follow detikFinance
Kamis, 24 Mei 2018 11:26 WIB

Ekonomi RI Lampu Kuning, Darmin: Berlebihan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: dok. Sinarmas Foto: dok. Sinarmas
Jakarta - Sejumlah pihak termasuk para ekonom memandang kondisi ekonomi RI masuk lampu kuning meski masih jauh dari krisis Sebab, setelah perlambatan konsumsi masyarakat, ekonomi RI kembali dihantam liarnya pergerakan dolar AS, serta melebarnya defisit neraca perdagangan

Ekonom menyebut kondisi perekonomian saat ini sudah pada tahap "lampu kuning". Layaknya rambu lalu lintas itu artinya harus berhati-hati.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai anggapan lampu kuning terhadap perekonomian Indonesia cukup berlebihan.


"Sebetulnya kalau ngomongnya lampu kuning ya agak berlebihan lah," kata Darmin ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Menurutnya, kondisi nilai tukar yang sedang bergejolak tak serta-merta dapat disimpulkan bahwa Indonesia sedang mengalami krisis.

"Jangan (karena) kurs dolar bergerak, kemudian disimpulkan sudah mau krisis. Kalau krisis itu sektor rillnya juga harus goyang. Yang kemudian memberi dampak pada sektor moneter, masih belum lah," jelasnya.


Walau demikian Darmin tak memungkiri bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini harus terus diperhatikan. Pemerintah harus terus berhati-hati dalam menjaga kondisi perekonomian Indonesia.

"Tapi memang situasinya ya harus tetap diperhatikan, harus tetap dimonitor. Ya itu sepakat," tuturnya. (fdl/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed