Budi mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) Kementerian Perhubungan yang belum terselesaikan.
"Ya cukup banyak yah, tapi ada dua yang memang menjadi saya itu guilty feeling, karena berkaitan dengan masyarakat banyak," kata Budi Karya saat berbincang dengan detikFinance, pekan ini di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini saya menjadi PR yang berat karena menyangkut masyarakat banyak baik mereka yang mencari penghidupan maupun yang menggunakan," ujar dia.
Selanjutnya masalah pelayaran rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak. "Oleh karenanya saya menaruh perhatian untuk membuat itu lebih baik dengan langkah-langkah walaupun itu kecil, pasti, saya harapkan ini dapat menginspirasi masyarakat banyak," tambah dia.
Sedangkan mengenai pungutan liar (pungli), Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini mengungkapkan masalah tersebut belum bisa dibereskan.
"Pungli harus saya nyatakan belum beres, tetapi signifikan sudah melakukan langkah-langkah yang berarti, dan baik itu menerapkan penegakan hukum, maupun manajemen SDM yang ada," ungkap dia.
Lebih lanjut Budi menyampaikan, sikap senioritas dalam organisasi kepegawaian di Kementerian Perhubungan pun tidak memberikan jaminan pada karirnya. Menurut Budi, yang memiliki dedikasi, semangat kerja, integritas tinggi lebih diprioritaskan mengemban suatu jabatan.
"Karena dengan itu ada suatu kehendak saya mereka akan menularkan kegiatan mereka ke eselon dan lebih bawah. Saya katakan berkali-kali kita tidak mentolelir lagi kegiatan-kegiatan yang mengandung risiko anda tidak governance, risikonya anda harus berhenti dari pekerjaan ini, atau dengan risiko yang lain," tutup dia.
Simak video Hampir 2 Tahun Menjabat, Ini PR Menhub yang Sulit Diselesaikan (zlf/zlf)










































