Follow detikFinance
Sabtu, 26 Mei 2018 18:22 WIB

Sri Mulyani: Ekonomi Dijaga Agar Berjalan dengan Risiko Kecil

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya
Sukoharjo - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berupaya menjaga risiko dari penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di seluruh sektor ekonomi. Bersama dengan Bank Indonesia (BI), pemerintah akan menjaga stabilitas nilai rupiah supaya tak terus tertekan penguatan mata uang negeri Paman Sam tersebut.

Seperti diketahui saat ini harga sejumlah produk impor naik karena imbas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Harga barang yang mahal bisa memicu inflasi dan mengancam daya beli masyarakat, terutama di tengah masih belum pulihnya konsumsi rumah tangga.

"Kita akan menjaga agar seluruh ekonomi bisa berjalan dengan risiko yang makin kecil," katanya saat ditemui di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/5/2018).


"Pemerintah akan terus menjaga bersama Bank Indonesia, menjaga stabilitas ekonomi dan termasuk menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah kita. Beberapa langkah yang dilakukan BI seperti kenaikan suku bunga kemarin dan dari pemerintah akan menjaga disiplin APBN kita," lanjut dia.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin suku bunga acuan pada minggu lalu.


"Jadi kita punya standar yang tinggi sekali, namun kita juga perlu tahu bahwa pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi faktor dalam dan luar negeri. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya untuk kepentingan ekonomi tapi juga sosial, keamanan dan stabilitas negara," tutur Sri Mulyani. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed