Seperti diketahui saat ini harga sejumlah produk impor naik karena imbas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Harga barang yang mahal bisa memicu inflasi dan mengancam daya beli masyarakat, terutama di tengah masih belum pulihnya konsumsi rumah tangga.
"Kita akan menjaga agar seluruh ekonomi bisa berjalan dengan risiko yang makin kecil," katanya saat ditemui di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah akan terus menjaga bersama Bank Indonesia, menjaga stabilitas ekonomi dan termasuk menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah kita. Beberapa langkah yang dilakukan BI seperti kenaikan suku bunga kemarin dan dari pemerintah akan menjaga disiplin APBN kita," lanjut dia.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin suku bunga acuan pada minggu lalu.
"Jadi kita punya standar yang tinggi sekali, namun kita juga perlu tahu bahwa pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi faktor dalam dan luar negeri. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya untuk kepentingan ekonomi tapi juga sosial, keamanan dan stabilitas negara," tutur Sri Mulyani. (eds/hns)











































