Follow detikFinance
Kamis, 31 Mei 2018 09:36 WIB

Laporan dari Tokyo

Ajak Pengusaha Jepang Investasi di RI, Susi Pamer Produksi Ikan Naik

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Tokyo - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak puluhan pengusaha Indonesia untuk berinvestasi sektor perikanan di Indonesia. Susi mengajak puluhan pengusaha Jepang berinvestasi di sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) yang ada di enam pulau terluar Indonesia.

Adapun keenam SKPT yang ditawarkan Susi, antara lain SKPT Sabang, SKPT Natuna, SKPT Morotai, SKPT Saumlaki, SKPT Moa, dan SKPT Biak Numfor.

"Enam pulau terluar saya pilih berikan ke Jepang dan bersama-sama Indonesia. Ekonomi dibangun di wilayah-wilayah terluar Indonesia baik food security, defense security karena Indonesia negara sangat besar. Semua negara tetangga termasuk Jepang butuh Indonesia kuat dan stabil politik dan ekonominya," kata Susi di Imperial Hotel, Tokyo, Kamis (31/5/2018).


Kerja sama yang ditawarkan meliputi pengembangan enam SKPT di pulau terluar tersebut. Investasi diarahkan ke fasilitas cold storage, industri pengolahan perikanan hingga pelabuhan.

Susi mengatakan, sumber daya perikanan di laut Indonesia saat ini jauh lebih banyak dibandingkan beberapa tahun lalu. Susi mencontohkan bagaimana ikan tuna hingga kerapu daya tangkapnya semakin membaik.

"68% yellow fin tuna dilahirkan kita punya Banda Sea. Kepulauan Tual setiap hari setiap kapal dari Jawa melaut di sini dapat Kakap Merah, Kerapu dan terisi 10 ton per kapal," kata Susi.



Tangkapan ikan nelayan, kata Susi, juga bertambah dengan bobot yang lebih besar.

"Nelayan-nelayan di Morotai dalam 2-8mil ikan Tuna ukurannya 50-90 kilogram. Bahkan di beberapa tempat di Banda ikan Tuna satu ekor 90 kg. Dalam tiga tahun ukuran Tuna makin hari makin besar," ujar Susi.

Dikembangkannya enam SKPT di pulau terluar dengan Jepang diharapkan industri pengolahan ikan Indonesia bisa dikirim ke banyak negara di dunia, misalnya hasil olahan ikan dikirim langsung ke Darwin Australia menggunakan pesawat dan dari sana dikirim lagi ke Jepang.

"Ikan-ikan di sini Tuna besar bisa dibawa ke Darwin. Ikan tangkap di Saumlaki bisa sampai di Jepang," ujar Susi. (ara/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed