Transaksi Gaikindo Auto Expo Lebih dari Rp 1,2 Triliun
Senin, 18 Jul 2005 10:43 WIB
Jakarta - Instruksi hemat energi tampaknya tidak mempan. Buktinya, pameran otomotif Gaikindo Auto Expo (GAE) yang hanya digelar seminggu, mampu menjual lebih dari 4.000 mobil dengan transaksi lebih dari Rp 1,2 triliun. Padahal panitia GAE semula hanya menargetkan transaksi Rp 1 triliun. Menurut pengumuman dari penyelenggara GAE seperti dikutip dari situs resminya, Senin (18/7/2005), tercatat jumlah transaksi hingga Jumat, 15 Juli, atau dua hari sebelum berakhirnya GAE, jumlah transaksi sudah mencapai Rp 1,192 triliun. Transaksi itu diperoleh dari penjualan 4.311 unit kendaraan. Nilai nominal tersebut diperkirakan masih bertambah mengingat dalam dua hari terakhir penyelenggaraan, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memperkirakan masih bisa meraup penjualan hingga Rp 240 miliar.Nilai transaksi hingga Rp 1,2 triliun merupakan lonjakan hingga 300 persen dibanding perolehan GAE tahun 2003 lalu yang hanya mencatat transaksi sebesar Rp 412 miliar dengan penjualan lebih dari 2.100 unit kendaraan. Pada GAE 2003, Gaikindo hanya menargetkan transaksi Rp 500 miliar.Namun dari sisi pengunjung, target 200.000 orang yang sudah dipatok sejak penyelenggaraan GAE 2003, ternyata hanya mampu mencapai angka 161.000 orang. "Target transaksi berhasil kita lampaui. Meskipun sesungguhnya GAE ini lebih merupakan etalase industri otomotif kita. Mudah-mudahan keberhasilan ini bisa kita tingkatkan tahun 2006 mendatang. Kita ingin Gaikindo Auto Expo ini menjadi event tahunan," ujar Prijono Sugiarto, Ketua Penyelenggara GAE 2005 dalam sambutannya pada acara exhibitor night.Dari transaksi itu, PT. Toyota Astra Motor (TAM), mencatat transaksi tertinggi dengan nilai di atas Rp 243 miliar. Jumlah ini diperoleh dari penjualan 812 unit kendaraan andalannya. Kubu Toyota mengandalkan produk barunya yakni Fortuner yang menjadi idola pengunjung. Fortuner yang hadir dengan 3 varian yang terdiri atas 2 varian berpenggerak 4x2 dan varian 4x4, laku terjual sebanyak 594 unit. Angka penjualan Toyota juga ditopang oleh Kijang Innova.Peringkat transaksi tertingi berikutnya diraih PT Honda Prospect Motor (HPM) yang membukukan transaksi di atas Rp 202 miliar. Meskipun kalah dalam hal jumlah nominal transaksi, tapi HPM berhasil menjual 888 unit produknya ke konsumen.Sementara kubu Honda, tetap mengandalkan City dan Jazz. Gabungan City dan Jazz mencatat angka penjualan 576 unit. Produk Honda yang lain seperti Stream dan CRV, tetap memikat konsumen yang mencatat transaksi masing-masing 106 unit dan 172 unit. Satu ATPM lain yang juga sukses mendulang rupiah dari GAE adalah Indomobil Suzuki yang berhasil meraih total transaksi di atas Rp 162 miliar. Pendapatan Indomobil dari GAE terutama didorong produk barunya yakni Suzuki Swift, yang menyumbang angka penjualan terbesar dengan 301 unit senilai Rp 48,3 miliar. Unit penjualan Swift yang dibanderol Rp 160,5 juta ini, hanya bisa diungguli oleh Fortuner 4x2 AT Lux yang terjual 315 unit dengan banderol harga Rp 307 juta per unit. Di belakang Suzuki, bertengger PT. Nissan Motor yang masih mengandalkan produk X-Trail dengan membukukan total transaksi mendekati angka Rp 135 miliar.Dari kubu kendaraan katagori premium, PT BMW Indonesia yang mengandalkan seri-7 (740 dan 730), mencatat transaksi tertinggi yang mendekati angka Rp 93,5 miliar. Sementara PT. Grand Auto Dinamika yang memboyong Flying Spur sebagai bintang dan berhasil merebut gelar Best Car of GAE 2005, membukukan transaksi total hampir Rp 50 miliar. Hasil penjualan tertinggi diperoleh dari Continental dan Flying Spur yang terjual sebanyak 7 unit dengan nilai nominal di atas Rp 36 miliar. Namun PT DaimlerChrysler Indonesia hanya membukukan transaksi kurang dari Rp 13 miliar. Transaksi ini hanya sedikit di atas perolehan PT. Eurokars Chrisdeco Utama yang mengandalkan dua produknya yakni Rolls Royce dan Porsche dengan nominal sekitar Rp 10,2 miliar. Namun dari dua produk tersebut, PT. Eurokars tidak berhasil menjual Rolls Royce sehingga angka transaksi yang dicapai hanya diperoleh dari 6 unit Porsche. Perolehan ATPM lainnya adalah PT Kia Mobil Indonesia (Rp 36,1 miliar), PT Astra France Motor (Rp 11,6 miliar), PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Rp 16,5 miliar), PT Astra Daihatsu (Rp 28,8 miliar), PT Hyundai Mobil Indonesia (Rp 71,4 miliar), PT Pantja Motor (Rp 61,5 miliar), PT Car & Cars Indonesia (Rp 3,7 miliar), PT Garuda Mataram Motor (Rp 7,8 miliar), dan PT Ford Motor Indonesia (Rp 32,1 miliar). Satu ATPM roda dua yang hadir di GAE lewat produk Motor Roda 4 yakni Yamaha Motor Kencana Indonesia, membukukan transaksi Rp 10 miliar.
(qom/)











































