DPR Setujui Anggaran Raskin Tahun 2006 Jadi Rp 6,6 Triliun

DPR Setujui Anggaran Raskin Tahun 2006 Jadi Rp 6,6 Triliun

- detikFinance
Senin, 18 Jul 2005 17:27 WIB
Jakarta - Komisi IV DPR RI menyetujui penambahan anggaran untuk beras rakyat miskin (raskin) periode tahun 2006 menjadi Rp 6,6 triliun. Dalam tahun anggaran 2005 dana raskin hanya Rp 4,6 triliun."Kami harapkan kenaikan ini dapat direalisasikan secara tepat waktu dan diberikan kepada keluarga miskin yang benar-benar dapat menerima manfaat," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fachry Andi Leluasa.Fachry menjadi Ketua dalam rapat dengar pendapat antara Bulog dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2005). Kenaikan anggaran raskin, diharapkan akan mengurangi jumlah keluarga miskin yang tidak terlayani raskin tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, kata Fachry, kenaikan anggaran ini diharapkan juga dapat mempertajam sasaran penerimaan beras miskin mendekati jumlah ideal 20 kilogram per Kepala Keluarga (KK) per bulan.Sesuai peraturan presiden RI No 39/2005 tentang rencana kerja pemerintah tahun 2006 diusulkan dapat disediakan subsidi raskin untuk 10,83 juta KK. Dalam rapat tersebut, Komisi IV DPR RI juga menyetujui anggaran Rp 30 miliar untuk penanggulangan rawan pangan. "Dana tersebut akan digunakan bila terjadi kejadian rawan pangan atau bencana alam," kata Fachry. Selain mengajukan rancangan anggaran tahun 2006, Komisi IV juga menyetujui pengajuan dana sebesar Rp 1,5 triliun yang akan digunakan oleh Bulog untuk beberapa hal yakni pertama, memenuhi tagihan Bulog kepada pemerintah melalui Depkeu tahun 2001-2004 sebesar Rp 852 miliar. Kedua, penyesuaian anggaran subsidi raskin tahun anggaran 2005 Rp 285,670 miliar. Ketiga, sisa kewajiban dalam rangka program imbal beli pesawat dan helikopter sebesar Rp 130,715 miliar. Keempat, penyelesaian hak-hak PNS Perum Bulog senilai Rp 105,394 miliar. Kelima, pengembangan teknologi dan sarana logistik Perum Bulog senilai Rp 132,566 miliar. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads