Capai Rp 11 T, Setoran Dividen APBN 2005 Lampaui Target
Senin, 18 Jul 2005 18:29 WIB
Jakarta -
Pendapatan pemerintah dari dividen bakal melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2005 sebesar Rp 9,5 triliun. Hingga saat ini, pemerintah sudah meraup Rp 12 triliun dari dividen.Dividen tersebut terdiri dari dividen interim untuk tahun buku 2004 yang telah disetor terlebih dahulu sebesar Rp 1,8 triliun, plus sisa dividen Rp 10,2 triliun."Jadi dividen yang dibayarkan sebetulnya sudah memenuhi di atas Rp 11 triliun," kata Menneg BUMN Sugiharto di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/7/2005). Namun demikian, tegas Sugiharto, kendati hasil perolehan dividen melampaui target, namun pemerintah akan terus menggenjot perolehan dari privatisasi yang ditargetkan Rp 3,5 triliun."Menko Perekonomian minat agar tetap berusaha mencapai target R 3,5 triliun. Jadi walaupun dividennya berlebih, kita tetap akan mempertimbangkan untuk memprivatisasi beberapa BUMN. Antara lain yang sedang dipertimbangkan PGN dan bank pemerintah," kata Sugiharto.Namun Sugiharto enggan mengungkapkan bank BUMN mana saja yang akan diprivatisasi, yang jelas bank BUMN tersebut sudah go public. "Karena UU pasar modal saya tidak boleh spesifik mengatakan bank yang mana karena dapat mempengaruhi keputusan investasi," ujarnya. Yang jelas, tambah Sugiharto, privatisasi akan dilakukan dengan melihat waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. "Kalau salah, hasilnya jelek. Harga juga akan menentukan sizing target APBN," tandas Sugiharto.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































