Inflasi Rendah, BI: Bukan Daya Beli Turun

Inflasi Rendah, BI: Bukan Daya Beli Turun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Jun 2018 16:30 WIB
Inflasi Rendah, BI: Bukan Daya Beli Turun
Foto: Erliana Riady
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi periode Mei 2018 sebesar 0,21% meskipun ada momen bulan Ramadan yang biasanya mendorong konsumsi dan menyebabkan sejumlah harga bahan makanan naik.

Kepala Grup Riset Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Reza Anglingkusumo menjelaskan rendahnya angka inflasi masih mencerminkan kondisi perekonomian yang baik.

"Kalau dikatakan daya beli rendah, seharusnya harga-harga turun karena tidak ada yang beli. Tapi ini kan inflasi yang artinya masih ada kenaikan harga yang artinya masih ada supply and demand," kata Reza dalam Bincang Bareng Media di Gedung BI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kementerian Keuangan Adrianto menjelaskan rendahnya angka inflasi bukan cerminan dari daya beli masyarkat.

"Kalau daya beli ini bukan isu ya, karena masyarakat masih ada belanja. Jadi pemerintah tidak melihat adanya isu daya beli karena sudah mulai membaik," kata dia.


Inflasi tertinggi terjadi di Tual 1,88% dan terendah di Purwokerto dan Tangerang masing-masing 0,01%. Kemudian deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,99% dan terendah terjadi di Pematangsiantar 0,01%.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,21%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19%.

Untuk kelompok sandang sebesar 0,33%, kelompok kesehatan sebesar 0,21%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,9% dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,18%.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads