General Manager (GM) Garuda Indonesia Branch Office Semarang, Bobby Achmad Rosyandi mengatakan kesempatan baru terbuka lebar ketika terminal serta apron bandara Semarang berkembang seperti saat ini. Nantinya di internal Garuda Indonesia akan dilakukan kajian terkait penambahan penerbangan.
"Sedang kita kaji ke mana rutenya, tipe pesawatnya apa, kita lihat sepanjang peak season ini bagaimana pengaturan dan operasional terminal baru," kata Bobby kepada detikFinance di di XXI Paragon Semarang di sela acara nonton bareng Garuda Indonesia dan Mitra Usaha, Rabu (6/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika terminal baru tersebut sudah bisa berfungsi maksimal, lanjut Bobby, maka kajian akan dilakukan apakah infrastruktur memadai untuk penerbangan seperti apa dan jenis pesawat apa.
"Insyaallah, kalau sudah siap dan juga landasan pacu memungkinkan, kenapa tidak buka penerbangan internasional. Pertama kita regional dulu dengan infrastruktur yang ada," tandasnya.
Untuk diketahui, bandara baru Ahmad Yani Semarang mulai beroperasional hari ini. Luas terminal baru 9 kali lebih besar dari yang lama. Uniknya bandara ini disebut-sebut sebagai "Bandara Mengapung" karena ada rawa-rawa di sekitarnya yang seolah kawasan bandara mengapung.











































