Follow detikFinance
Rabu, 06 Jun 2018 14:47 WIB

Kemendes Kerja Sama Palet Kayu dengan Korea US$ 400 Juta

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Kemendes kerja sama dengan Korsel Foto: Kemendes kerja sama dengan Korsel
Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berkerja sama dengan Konsorsium Korea Selatan untuk pengembangan industri palet kayu dan pembangkit listrik dengan nilai investasi US$ 400 juta.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, kerja sama tersebut untuk mendorong penguatan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di Kawasan Transmigrasi Labangka, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

"Dalam kerja sama ini akan dibuat pabrik palet yang akan menyerap limbah dan bonggol jagung. Selain itu juga ada hasil tanaman gamal dan kaliandra yang ditanam oleh masyarakat. Hasil palet tersebut nantinya akan diekspor ke Korea Selatan untuk bahan bakar pembangkit listrik biomassa. Konsorsium Korea juga berniat membangun pembangkit listrik biomassa di Sumbawa," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (6/6/2018).



Menurut Eko, Konsorsium Korea akan membuat proyek pembangkit listrik biomassa dengan kapasitas pabrik sebesar 400 ribu ton/ tahun dan tenaga pembangkit 30 MW. Tenaga tersebut akan diperoleh dengan menggunakan bahan bakar limbah jagung yang ditanam para petani setempat.

"Saya senang dan sangat mendukung rencana proyek ini. Kita akan mengawal. Kalau ada kesulitan diinformasikan. Prinsipnya mendukung mengawal dan menjembatani bila ada kesulitan di instansi lain. Saya berharap keberhasilan dari proyek ini jadi awal untuk diikuti proyek-proyek lainnya di Indonesia," sambungnya.

Dalam hitungan konsorsium, proyek ini akan memberikan pendapatan tambahan bagi para petani sekitar Rp 3 juta per bulan. Selain dari limbah jagung yang dibeli oleh perusahaan, pendapatan tersebut juga berasal dari pemberdayaan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja perhutanan sosial oleh perusahaan dengan luas 5 ribu Ha. Lahan tersebut akan ditanami gamal dan kaliandra.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, M Husni Djibril yang juga hadir dalam pertemuan ini mengatakan, rencana investasi tersebut sejalan dengan program pemerintah kabupaten, yakni Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi. Meski saat ini baru tertanam 621 ribu ton lahan jagung, dirinya meyakini dapat memenuhi target 2 juta ton per tahun yang dibutuhkan pemerintah.

"Lahan pertanian jagung ini tidak di daerah KTM saja, tapi tersebar di 24 kecamatan," ungkap Husni.



Selain itu, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans), M. Nurdin juga mengatakan proyek ini akan bekerja sama dengan BUMDes untuk penyediaan plasmanya.

Kerja sama bisnis antara pihak perusahaan, BUMDes, dan Konsorsium Korea diharapkan akan mempermudah proses perizinan dan lisensi dari otoritas-otoritas yang berwenang.

"BUMDes akan mengumpulkan limbah untuk dikirim ke off taker. Pengelolaannya bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan akan sharing BUMDes Kabupaten," ujar Nurdin.

Perwakilan dari Konsorsium Korea yang juga CEO GIMCO, Sangsun Lee, mengapresiasi adanya kesempatan investasi yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Konsorsium Korea.

Pihaknya juga akan berbagi pemanfaatan teknologi sampah jagung dengan pelet agar bisa digunakan di tingkat desa. Selain itu, Lee berharap ke depannya akan membangun sebuah pelabuhan untuk memaksimalkan hasil produk agar bisa diekspor dan membantu percepatan groundbreaking.

"Sekali lagi komit supaya tanggal 9 September ini untuk groundbreaking," ujar Lee.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan kerja sama dilaksanakan di kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed