Follow detikFinance
Rabu, 06 Jun 2018 18:22 WIB

Mentan Klaim Stok Pangan hingga Lebaran Aman

Ro - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengklaim stok pangan pokok sampai dengan Idul Fitri aman, sehingga mampu mencukupi kebutuhan. Pasalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan stok pangan sejak 3 bulan sebelum bulan Ramadan.

"Stok pangan sudah disiapkan 3 bulan sebelum Ramadan sebanyak 20-30%. Mulai penyediaan stok ayam dan telur. Kita sudah ekspor 2 komoditas ini, tembus ke Jepang. Ini merupakan sejarah baru kita raih," jelas Amran, pada Rapat Koordinasi lintas sektoral di Mabes Polri, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/6/2018).

Amran menegaskan, hingga Idul Fitri, pasokan pokok lainnya, seperti beras, daging sapi, cabai besar rawit, bawang merah, daging ayam, dan telur cukup. Dulu bawang merah selalu diimpor dari Thailand, tapi kini Indonesia sudah mengekspor ke 6 negara. Demikian juga ayam sudah diekspor ke Jepang, Papua Nugini, Timor Leste, Malaysia, dan Singapura.

Walau demikian, Amran mengatakan persoalan bawang merah terkadang mengalami perbedaan harga di pasar. Menurutnya hal ini disebabkan karena masalah dalam distribusi.

"Namun persoalan bawang merah terkadang harganya di lapangan Rp 10 ribu per kg dan di pasar Rp 36 ribu per kg. Ini masalah distribusi sehingga terjadi anomali pasar," ujarnya.


Lebih lanjut, Amran menambahkan, pasokan minyak goreng dan jagung pun dijamin lebih dari cukup. Sebab, Indonesia sebagai penghasil crude palm oil (CPO)/minyak kelapa sawit sebanyak 28 juta per tahun, kebutuhan hanya 4 juta ton, sehingga kita ekspor 24 juta ton. Untuk jagung, ekspor sudah mencapai 300 ribu ton ke 6 negara.

Amran mengatakan, stok pangan seperti beras mencapai 1.5 juta ton, daging sapi disiapkan dari awal, sementara gula pasir dipastikan stabil. Menurutnya komoditas pangan strategis aman dan cukup.

"Stok lainnya seperti beras hari ini 1,5 juta ton. Daging sapi sudah disiapkan dari awal dan gula pasir 2 minggu ke depan dipastikan stabil. Bahkan sesudah Idul Fitri dipastikan stabil. Jadi komoditas pangan strategis aman dan cukup," kata Amran.

Sementara itu, Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Tito Karnavian menjelaskan soal pangan menjadi perhatian bersama dalam rapat tersebut. Sebab ini akan berpengaruh terhadap dampak ekonomi sejalan dengan meningkatnya permintaan ketika Idul Fitri.

"Stok pangan kita aman. Masalah yang diwaspadai distribusi. Jadi jajaran polri yaitu satgas pangan dan inteligen dimonitor setiap hari. Begitu ada kenaikan segera koordinasi dengan pihak yang punya otoritas suplai," kata Tito.

Tito berpesan pada Kapolda dan Kapolres untuk memonitor harga setiap hari. Menurutnya, adanya penimbun stok pangan harus diwaspadai dan benar-benar ditindak.


"Jadi setiap hari tolong koordinasi suplai cukup untuk di semua daerah. Lakukan monitoring setiap hari, ketika ada kenaikan cek semua penyebabnya sampai ditemukan masalahnya. Yang perlu diwaspadai bagi para Kapolda dan Kapolres adanya penimbun stok pangan. Ini yang harus benar-benar ditindak," pungkas Tito.

Rapat yang dipimpin oleh Kapolri ini dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Kesehatan Nila J Moeloek.

Selain itu, hadir pula Direktur Utama Bulog Budi Waseso, Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kurnia Toha, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Budi Setiadi, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, dan jajaran pejabat Polri. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed