Follow detikFinance
Jumat, 08 Jun 2018 19:45 WIB

Mendag Sebut Industri Ritel Mulai Menggeliat Lagi

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut beberapa bulan kebelakang jelang Ramadan bisnis ritel kembali menggeliat. Baik di beberapa sektor seperti ritel pakaian, makanan dan minuman sampai beberapa sektor ritel lain.

"Hal menarik adalah saya dapat laporan, bahwa bulan Maret, April, Mei penjualannya meningkat, penjualan ritelnya meningkat di atas 10% -15% ada yang mereka meningkat jadi tidak ada sama sekali ada pelemahan dari daya beli masyarakat, ini masih akan berlanjut sampai Juli kemudian nanti ini akan berlanjut lagi dengan Agustus," ujar dia di kantornya, Jumat (8/7/2018).

Meski potensi pasar di Pulau Jawa masih sangat tinggi, Enggar menjelasakan saat ini pihaknya tengah memperluas pasar ritel ke beberapa daerah di Pulau Jawa agar transaksi pasar dan perputaraan uang tidak hanya terjadi di Pulau Jawa.

"Ya masih besar di Jawa, tapi kalau kita hanya konsentrasi di jawa aja. jadi makanya kita sebarkan (di luar pulau jawa) ada pasarnya," kata dia.


"Saya dapat laporan, bahwa bulan Maret, April, Mei penjualannya meningkat, penjualan ritelnya meningkat di atas 10% -15%"Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Selain itu, Enggar menjelaskan ketertarikan orang untuk berbelanja di ritel offline masih tinggi.

"Masih oke tapi harus ada perubahan karena berubah lifestylenya gitu lah," kata dia

Lesunya daya beli masyarakat memang tengah menjadi perhatian banyak kalangan hingga hari ini.

Belum lama ini, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menyebut, melemahnya konsumsi salah satunya bisa dilihat dari rendahnya inflasi inti.

"Inflasi inti yang menggambarkan secara riil apa hubungan antara permintaan dan penawaran. Kalau core inflation turun berarti ada indikasi demand itu turun. Indikasi permintaan naik belum terlihat. Inflasi inti kalau dilihat secara cenderung turun," kata dia belum lama ini.


Jika dilihat dari inflasi inti pada Januari 2018 sebesar 0,31% (month to month/mtm) dan 2,69% (year on year/yoy). Lebih rendah jika dibandingkan Januari 2017 sebesar 0,56% (mtm) dan 3,35% (yoy).

Lalu inflasi inti pada Februari 2018, inflasi inti 0,57% (mtm) dan 2,58% (yoy). Sementara inflasi inti di Februari 2017 0,93 (mtm) dan 3,41% (yoy). (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed