Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 10 Jun 2018 12:51 WIB

Kisah Chris Wanstrath: Dropout Hingga Jual Software Rp 105 T ke Microsoft

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. CNBC.com Foto: dok. CNBC.com
Jakarta - Chris Wanstrath salah satu orang sukses mendulang kekayaan, meski dropout dari bangku kuliah. Pria berusia 33 tahun ini rela kehilangan status mahasiswanya demi mengejar cita-cita sebagai programmer.

Dia mendirikan GitHub yang berbasis di San Francisco pada tahun 2008, yang pada gilirannya diakuisisi Microsoft senilai US$ 7,5 miliar atau setara Rp 105 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Tak sendiri, dia membangun perangkat lunak alias software GitHub bersama sesama pengembang perangkat lunak Tom Preston-Werner, dan PJ Hyett.
Kisahnya dimulai pada awal tahun 2000. Wanstrath tidak kehilangan cintanya untuk komputer, meski memutuskan kuliah di jurusan Bahasa Inggris di Universitas Cincinnati.

"Saya membayangkan apa pun yang saya lakukan dalam hidup, saya harus berbicara, membaca, menulis bahasa Inggris," katanya dalam sebuah wawancara tahun lalu dengan Michal Lev-Ram dari Fortune yang dikutip detikFinance dari CNBC, Minggu (10/6/2018)

Namun dia tidak ingin begitu saja kehilangan cita-citanya. Dia pun mengambil beberapa kelas pemrograman komputer, yang membantunya menggeluti tentang pengkodean perangkat lunak.

Lama-lama waktu yang dia miliki untuk kuliah semakin terpinggirkan. Dia menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempelajari coding.

Setelah sekitar dua tahun kuliah, pada tahun 2005, situs web teknologi milik CBS, CNET, menawarkan pekerjaan kepada Wanstrath.

Awalnya dia ragu karena dia pada dasarnya otodidak sebagai programmer. Wanstrath khawatir tentang kemampuannya apakah bisa membuatnya sukses. Namun dia memutuskan untuk mengambil lompatan.

Dia akhirnya berhenti kuliah untuk pindah ke San Francisco dan mengambil kesempatan tersebut.

Di CNET, Wanstrath bekerja sebagai pengembang pada proyek-proyek yang terkait dengan situs-situs GameSpot dan Chowhound, yang keduanya diperoleh oleh perusahaan media.

Pada Oktober 2007, Wanstrath bertemu Preston-Werner di pertemuan San Francisco untuk komunitas pengembang yang bekerja dalam bahasa pemrograman Ruby on Rails.

Sama seperti Wanstrath, Preston-Werner adalah seorang yang putus sekolah. Dia meninggalkan Harvey Mudd College pada tahun 1999. Preston-Werner sebelumnya telah mendirikan startup avatar digital, bernama Gravatar, yang dijualnya kepada pengembang web Automattic pada 2007.

Keduanya kemudian berkolaborasi pada proyek perangkat lunak mereka sebagai awal mula tercetusnya GitHub.

"Selama tiga bulan berikutnya, Chris dan saya menghabiskan waktu dengan merencanakan dan mengkode GitHub," tulis Preston-Werner dalam posting di situs pribadinya.

Wanstrath dan Preston-Werner meluncurkan versi beta pribadi GitHub pada Januari 2008. Bulan berikutnya, mereka menambahkan co-founder ketiga mereka di Wyett, yang pernah bekerja di CNET dengan Wanstrath sebagai perancang perangkat lunak senior pada proyek Chowhound.

Pada Maret 2008, GitHub sudah memiliki 2.000 pengguna untuk versi beta-nya. GitHub diluncurkan untuk penggunaan publik pada April 2008. Kemudian pada Juli 2009 secara bertahap dalam komunitas pengembang, mencapai 100.000 pengguna.

Dengan popularitasnya di kalangan pengembang perangkat lunak, GitHub mampu bertahan tanpa pendanaan dari luar lebih dari empat tahun.

Pada 2012, GitHub akhirnya mengumumkan penggalangan dana dari luar untuk pertama kalinya. Perusahaan modal ventura Silicon Valley, Andreesen Horowitz, memasang US$ 100 juta dalam investasi terbesarnya saat itu.

"Selain digunakan oleh jutaan pengembang perangkat lunak di seluruh dunia, GitHub juga digunakan untuk meng-host proyek pengkodean oleh organisasi besar, seperti NASA, serta bisnis seperti Airbnb, IBM, dan Spotify," kata Wanstrath.
Wanstrath menjabat sebagai CEO hingga 2012, ketika Preston-Werner mengambil alih perusahaan. Namun skandal pelecehan seksual memaksa Preston-Werner mengundurkan diri dan meninggalkan perusahaan pada tahun 2014, dengan Wanstrath kembali mengambil kendali.

Pada 2017, Wanstrath mengundurkan diri sebagai CEO dan mengambil peran sebagai ketua eksekutif sementara.

Sekarang, dengan akuisisi Microsoft, Wanstrath akan bergabung dengan raksasa teknologi sebagai "rekan teknis Microsoft" di mana dia akan bekerja pada proyek-proyek yang berhubungan dengan perangkat lunak, sementara wakil presiden Microsoft Nat Friedman akan mengambil alih peran CEO GitHub.

"Saya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai GitHub dan komunitas kami selama dekade terakhir, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang ada di depan," tulis Wanstrath.



Tonton juga 'Karya-karya Keren yang Dibuat dengan Microsoft Paint':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed