Upaya Kurangi Pertumbuhan Nihil
Ekonomi Cina Tetap Tumbuh 9,5%
Rabu, 20 Jul 2005 10:47 WIB
Jakarta - Kalau negara lain berusaha membangkitkan pertumbuhan ekonominya, Cina justru mati-matian mengerem laju perekonomiannya. Namun upaya yang dicanangkan sejak tahun lalu itu tampaknya nihil. Perekonomian Cina justru semakin melonjak dan menimbulkan kecemasan munculnya bahaya overheat perekonomian. Padahal pemerintah Cina sudah mencanangkan program untuk mengerem laju pertumbuhan ekonomi sejak tahun lalu setelah perekonomian Cina tumbuh sangat cepat.Pada semester I-2005, perekonomian Cina tumbuh 9,5 persen. Angka tersebut berarti hanya turun 0,2 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah Cina menargetkan pertumbuhan ekonominya tahun ini berkisar 8 hingga 8,5 persen.Data lain yang dilansir Biro Statistik Nasional Cina seperti dilansir Reuters, Rabu (20/7/2005) adalah Product Domestic Bruto (PDB) selama semester I-2005 sebesar US$ 811 miliar (6,7 triliun Yuan)."Perekonomian nasional Cina terus berkembang pada arah sesuai arah regulator makro dan kontrol. Secara keseluruhan situasi masih baik," ujar Biro Statistik Nasional Cina.Untuk mengerem laju pertumbuhannya, pemerintah Cina telah memperketat kredit dan juga membatasi kredit untuk investasi di bidang pembangunan properti dan juga sejumlah industri lain yang tengah booming. Dengan keluarnya sejumlah aturan yang membatasi tersebut, pemerintah Cina berharap bisa mengurangi pemakaian energi dan juga transportasi untuk memperoleh tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih berkesinambungan. Sebagai perbandingan, pemerintah Indonesia pada tahun ini menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,5 hingga 6 persen. Namun sejumlah analis memperkirakan tingkat pertumbuhan itu bakal sulit tercapai mengingat tingginya tekanan dari situasi dunia seperti kenaikan harga minyak dan juga depresiasi nilai tukar rupiah.
(qom/)











































