Follow detikFinance
Minggu, 10 Jun 2018 21:25 WIB

Tol Bakal Gratis Kalau Macet Lebih dari 3 KM

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Gusti/ Ocid Foto: Gusti/ Ocid
Jakarta - Pemerintah menyerahkan pengaturan jalan tol kepada Korlantas selama mudik Lebaran. Saat ini, jika kemacetan mengular di pintu tol sampai 5 km maka Korlantas bisa mengambil keputusan untuk menggratiskan tol sampai kemacetan terurai.

Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Ngawi, Jawa Timur, Minggu (10/6/2018).

"Sehingga beliau ambil keputusan di lapangan langsung ini sudah disepakati, dari BUJT, Perhubungan. Korlantas tadinya 5 km kalau ada antrean 5 km dibuka bebas supaya lepas," kata dia.


Namun berdasarkan pantauan di lapangan, untuk mengurai kemacetan maka tol perlu dibuka secara gratis jika antreannya lebih dari 3 km.

"Dipertimbangkan 3 km apalagi kondisi panas itu bisa dilepas (digratiskan)"Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
"Cuma kalau menurut Pak Kapolri dan Bu PMK terlalu panjang 5 km karena ini operasi kemanusiaan dipertimbangkan 3 km apalagi kondisi panas itu bisa dilepas. Tadi contoh di Kertasari hampir 3 km kita lepas habis itu kita tutup biaya lagi. Hanya melepas kalau antrean sampai minimal 3 km," jelas Basuki.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengelolaan tol selama Ramadan di bawah koordinasi Korlantas. Menurutnya, Korlantas bisa mengambil keputusan jika macet sampai 3 km.

"Kita sepakat segala keputusan dan diskresi diberikan Kakorlantas, tapi memang lebih 3 km kurang manusiawi. Oleh karenanya kita sepakat untuk memberikan tentunya didasari oleh rapat-rapat yang dilakukan Kakorlantas di wilayah tersebut," ujarnya.


Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, keputusan itu bukan berarti menggratiskan tol seterusnya. Tito bilang, hal itu hanya sementara untuk mengurai kemacetan di pintu tol.

"Begitu kemudian lebih 3 km pos setempat berembuk melakukan diskresi sehingga tidak bayar, lanjut. Tapi ekornya kembali 3 km lagi. Bukan berarti lepas semua kasihan, rugi. Tapi jangan juga untung berlebihan, begitu 10 km ini banyak mau bayar kasihan masyarakat, pemerintah harus ngalah," tutupnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed