Follow detikFinance
Rabu, 13 Jun 2018 11:02 WIB

Jelang Lebaran, Kementan Pantau Harga Bawang Merah dan Cabai

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan komoditas sayuran, khususnya bawang merah dan aneka cabai. Hal itu dilakukan guna memastikan kecukupan stok dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi, menuturkan harga bawang merah pada H-3 Lebaran 2018 turun 3,7% di 43 pasar retail Jakarta dibanding tahun 2017. Pada H-3 ini harga bawang merah terpantau rata-rata Rp 38.277 per kilogram. Cabai rawit merah yg menjadi momok di lebaran tahun 2017 saat H-3 Lebaran ini berada pada harga Rp 38.530 per kilogram (turun 25%), dan cabai rawit hijau Rp 33.161 (turun 9,9%).

"Ada sedikit kenaikan pada komoditas cabai merah besar pada H-3 Lebaran 2018 dibanding H-3 Lebaran 2017. Harga saat ini Rp. 42.689 per kilogram (naik 16,6%) dan cabai merah keriting Rp 35.253 per kilogram (naik 6,7%), namun kondisi kenaikan ini masih terjangkau masyarakat," tutur Suwandi dalam keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018).


Suwandi juga menambahkan, pantauan posko bawang dan aneka cabai terhadap harga di level petani yang saat ini berkisar antara Rp 21.285 per kilogram (BEP Rp 11.036 per kilogram) untuk bawang merah, cabai rawit merah Rp 25.130 per kilogram (BEP Rp 12.197 per kilogram), cabai merah besar Rp 25.319 per kilogram (BEP Rp. 10.763 per kilogram).

"Kemudian cabai merah keriting (Rp 27.063 per kilogram (BEP Rp. 10.763 per kilogram), cabai rawit hijau Rp 20.926 per kilogram (BEP Rp 10.763 per kilogram), rata-rata petani mendapatkan keuntungan antara Rp 10.200 sampai dengan Rp 16.300 per kilogramnya, yang berarti petani bisa tersenyum menghadapi Lebaran 2018," tukas Suwandi.

Menurut Suwandi, stabilisasi pasokan dan harga menyambut Idul Fitri 1439 H dapat dijaga karena beberapa hal diantaranya kesadaran kelompok tani binaan di bawah koordinasi champion cabai dan bawang merah konsisten dalam mengawal manajemen tanam.

Selain itu, produksi yang ada saat ini untuk aneka cabai merupakan pengaturan manajemen tanam pada tiga bulan sebelumnya dan bawang merah merupakan hasil manajemen tanam dua bulan sebelumnya.

Iklim yang mendukung dengan kondisi curah hujan sedang sehingga sangat mendukung pertumbuhan aneka cabai dan bawang merah. Luas tambah tanam aneka cabai meningkat 5-10 % dibanding bulan bulan sebelumnya.

Serangan OPT rendah yaitu di bawah 5 % dari luas total serangan nasional serta digalakkan gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan. Harga aneka cabai dan bawang merah 3 bulan sebelumnya posisinya stabil sehingga petani bersemangat untuk menambah luas tambah tanamnya.


Pemantauan harga komoditas ini sesuai instruksi Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk terus memonitor pergerakan produksi dan harga kedua komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi nasional.

"Jaga agar jangan terjadi gejolak harga bawang dan aneka cabai menjelang hari Raya Idul Fitri, kita ingin masyarakat tersenyum, dan petani untung" tutur Amran.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait seperti Satgas Pangan, Kemendag, dan pemerintah daerah baik di level provinsi dan kabupaten. (idr/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed