Follow detikFinance
Selasa, 19 Jun 2018 08:35 WIB

Dampak Perang Dagang AS-China ke RI dan Cara Antisipasinya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dok. Sutrisno Iwantono Foto: Dok. Sutrisno Iwantono
Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Perang dagang ini bisa memberikan dampak pada Indonesia.

Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono menerangkan, dampak dari perang dagang ini di antaranya menimbulkan ketidakpastian ekonomi lantaran pelaku usaha cenderung menahan diri, sehingga bisa menahan pertumbuhan ekonomi dunia yang tahun ini seharusnya membaik.


Kemudian, proteksi di AS dan China menyebabkan komoditas membanjiri pasar global. Tentunya, kata dia, menekan harga termasuk komoditas ekspor dari Indonesia.

"Proteksi menyebabkan kemunduran ekonomi baik di AS maupun China. Di mana kedua negara tersebut merupakan pasar ekspor kita. Dengan sendirinya ekspor kita terganggu," kata Iwantono kepada detikFinance, di Jakarta, Selasa (19/6/2018).


Selanjutnya, gangguan ekspor itu memperburuk neraca perdagangan Indonesia. Kemudian, akan berdampak pada nilai tukar rupiah.

"Implikasi lebih lanjut tentu tekanan pada nilai tukar dolar rupiah," ujarnya.

Sebab itu, dia mengatakan, pemerintah segera melakukan antisipasi. Caranya dengan menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik. Lalu, melakukan efisiensi belanja publik.


"Melakukan inovasi baru dalam ekspor, diversifikasi produk, dan mencari alternatif baru tujuan ekspor," terang Iwantono.

Terakhir, menjaga koordinasi antar menteri agar tidak menimbulkan kegaduhan. Sehingga, tidak menimbulkan kepanikan.

"Menjaga koordinasi antar menteri agar tidak menimbulkan kegaduhan ekonomi," tuturnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed