Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Jun 2018 10:52 WIB

Untung Rugi Perang Dagang AS-China Bagi RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Nadia Permatasari/Infografis Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta - Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Kali ini terjadi lantaran China membalas kebijakan perdagangan AS dengan mengenakan tarif bea masuk tinggi kepada beberapa produk impor dari negeri Paman Sam.

China merespons cepat dengan mengumumkan rencana kebijakan pengenaan tarif dan bea cukai 25% untuk produk-produk AS. Ini bakal berlaku 6 Juli 2018 untuk produk pertanian, mobil, dan produk akuatik dari AS, senilai US$ 34 miliar atau setara Rp 476 triliun (kurs Rp 14.000/US$).


Dikutip detikFinance dari CNBC.com, Minggu (17/6/2018) daftar tersebut mencakup kacang kedelai, kendaraan listrik, berbagai kendaraan listrik hibrida, berbagai makanan laut hingga daging babi.

Kementerian Perdagangan China mengumumkan keseluruhan proposal bea masuk produk AS akan mencakup 659 barang senilai US$ 50 miliar, termasuk minyak mentah, diesel, dan magnetic resonance imaging kit.


Pengumuman itu disampaikan Jumat pagi waktu New York, atau Sabtu pagi waktu Beijing. Bagaimana untung-rugi perang dagang AS-China terhadap perekonomian Indonesia? Simak selengkapnya di sini: (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed