Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Jun 2018 16:46 WIB

Sandi Klaim Pemprov DKI Sukses 'Jinakkan' Harga Pangan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikFinance
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno konpers harga bahan pangan selama Lebaran.Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno konpers harga bahan pangan selama Lebaran.Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan pada lebaran tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berhasil menjinakkan harga pangan di ibu kota. Selain harga bahan pokok yang terkendali, Sandiaga juga memamerkan keberhasilan Pemprov DKI yang berhasil meredam inflasi di Ramadan.

"Kabar baiknya, berdasarkan data-data yang disajikan, dapat disimpulkan, bahwa kita berhasil meredam inflasi di bulan suci Ramadan dan kita berhasil menjinakkan harga-harga bahan pangan khususnya memasuki hari raya Lebaran," kata Sandiaga, saat jumpa pers, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018).


Terkendalinya harga pangan di Jakarta, kata Sandiaga, juga tidak terlepas dari sistem 'KEGERUS' yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. 'KEGERUS' berarti, Keroyok, Gerilya, dan Urai Satu-satu.

"Ini hasil kerja kita semua, ada Kementerian Pertanian, Bulog, ada Kementerian Perdagangan, ada BI (Bank Indonesia), ada BUMD pasar pangan, ada asosiasi-asosiasi, ada koperasi pasar, ada kepolisian, satgas, satgas pangan, dan juga warga-warga khususnya emak-emak yang terus menerus kita biarkan untuk menyampaikan aspirasi kalau mereka tidak mau adanya gejolak harga," terang Sandiaga

"Saya terharu. Ini monumental sekali seperti WTP lho. Ini hasil kerja keroyokan sama-sama," sambung pria yang akrab disapa Sandi itu.


Demi mendapatkan capaian ini, Sandiaga mengungkapkan telah lebih dari 17 kali turun ke titik lokasi untuk memonitor harga pangan. Di antaranya, ke Food Station, Dharma Jaya, Pasar Jaya, dan pasar-pasar induk.

"Sampai ke Magelang kita turun, sampai ke Brebes kita turun, ke Blitar juga. Ini kita gerilya panganan. Kita cek pasokannya di hulu ke hilir," kata Sandiaga.

Kabar baik tersebut pun, kata Sandi, mematahkan mitos di tahun-tahun sebelumnya. Bahwa, pada saat lebaran, harga pangan bergejolak secara fluktuatif dan cenderung meningkat secara tajam.

"Kalau dilihat ini tidak lepas dari semua pihak, tentunya terkait pangan, yang berkolaborasi. Bahwa di hari kemenangan ini kita juga sukses memenangkan harga pangan di Jakarta ini," ujarnya.

Inflasi

Sementara, terkait inflasi, Sandi mengungkapkan, meski masih cukup tinggi, namun inflasi pada bulan Mei 2018 ini, turun dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, inflasi pada bulan Mei atau awal Ramadan adalah 0,45 persen (month to month).

"Jadi dibandingkan tahun lalu yang 0,49 persen kita turunnya hampir 10% dan kalau dibandingkan year to date angka kita juga lebih rendah, karena year to date tahun lalu adalah 1,85 persen, sekarang year to date kita angkanya di 1,41 persen. Berarti ini sudah kita kendalikan mulai dari Januari sampai Mei," tuturnya.


Sandi mengatakan, keberhasilan ini, tidak serta merta membuat pihaknya lengah. Ia memastikan akan terus memberikan perhatian khusus, dan ekstra untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan inflasi terus menurun.

"Kita nggak boleh kendor karena masih ada Juni sampai ke Desember. Nah kita jaga ini dan kita pasti insya Allah akan memberikan perhatian lebih khusus ekstra untuk memastikan angka ini jauh di bawah yang sudah ditargetkan," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed