Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Jun 2018 07:21 WIB

Ditunda, Tarif Tol JORR Jauh-Dekat Belum Jadi Rp 15.000

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Halaman 1 dari 6
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Penerapan integrasi sistem transaksi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) kembali ditunda. Integrasi sistem transaksi tol ini mulanya akan diterapkan pada tanggal 13 Juni 2018, namun mundur menjadi 20 Juni 2018. Tapi, rencana penerapan pada tanggal 20 Juni akhirnya juga ditunda.

Integrasi sistem transaksi tol merupakan penyederhaan transaksi pada sejumlah ruas tol. Untuk integrasi Tol JORR, sejumlah ruas yang diintegrasikan meliputi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), seksi W2U (Kebon Jeruk-Ulujami), seksi W2S (Ulujami-Pondok Pinang). Kemudian, seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), seksi E2 (Cikunir-Cakung), seksi E3 (Cakung-Rorotan), Akses Tanjung Priok (SS Penjaringan sampai dengan Kebon Bawang), serta, Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.

Dengan integrasi, maka pengguna jalan tol cukup melakukan transaksi satu kali. Kemudian, tarif yang berlaku ialah tarif tunggal sesuai golongan kendaraan tanpa memperhitungkan jarak tempuh.

Tarif yang berlaku untuk integrasi Tol JORR yakni golongan I Rp 15.000, golongan II dan III sebesar Rp 22.500, dan golongan IV dan V dikenakan tarif Rp 30.000.

Lantas, kenapa rencana integrasi sistem transaksi kembali ditunda? Kemudian sampai kapan? Berikut ulasannya: (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com