Follow detikFinance
Rabu, 20 Jun 2018 16:33 WIB

Tarif JORR Naik, Operator Dijamin Tak Keruk Untung Terselubung

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengintegrasikan transaksi sejumlah ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Integrasi transaksi JORR akan menggunakan sistem terbuka, di mana pengguna jalan akan membayar sekali saja lewat tarif yang sudah ditentukan (Rp 15.000) saat masuk tanpa memperhitungkan berapa jarak yang sudah dilewatinya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pemerintah dan badan usaha telah memperhitungkan tarif integrasi tersebut sesuai dengan rumus yang akan memastikan badan usaha tetap mendapatkan pendapatan sesuai dengan sebelum dilakukannya integrasi. Angka Rp 15.000 akan mensubsidi tarif yang seharusnya lebih mahal dibayar oleh pengguna tol JORR jarak jauh.

"Jadi badan usaha tidak akan ambil untung lebih. Itu clear," kata Herry kepada detikFinance saat dihubungi, Rabu (20/6/2018).



Adapun rumus untuk mendapatkan tarif sebesar Rp 15.000 didapat dari perhitungan rata-rata panjang perjalanan yang dilalui di sepanjang JORR atau average trip length (ATL) dikali panjang ruas tol secara keseluruhan dan dibagi jumlah kendaraan yang melewati ruas JORR. Herry bilang, ada lebih dari 60% pengguna tol JORR jarak jauh yang akan disubsidi oleh 40% pengguna tol jarak dekat.

"Jadi kalau badan usaha tetap. Cuma dengan satu sistem, dia lebih efisien. Kalau dari pendapatan nggak ada (untung lebih), karena dia akan mensubsidi sesama pengguna," kata Herry.

Implementasi integrasi transaksi di jalan tol sendiri sudah membuahkan hasil yanh cukup baik, di mana terjadi pengurangan kepadatan di dalam tol. Hal tersebut kata dia bisa dilihat dari hasil integrasi tol Jagorawi dan Jakarta-Merak pada tahun lalu dan integrasi Semarang seksi A, B dan C.

Keputusan memberlakukan satu tarif di ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) juga dinilai tak berdampak pada pendapatan PT Jasa Marga. Sistem transaksi satu tarif ini menetapkan harga lebih murah dari tarif perjalanan Jakarta hingga Bogor/Ciawi.

"Kalau Jagorawi memang ada penurunan pengguna. Ada sekitar 20% yang tidak lagi menggunakan jalan tol yang sudah diintegrasikan," katanya.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed