Namun, sebenarnya tak semua pengguna tol akan merasakan kenaikan tarif, imbas dari kebijakan integrasi ini. Bagi pengguna jarak jauh, ada keuntungan yang cukup besar dengan membayar jauh lebih sedikit dari yang seharusnya dibayar.
"Sekarang yang mengemuka cuma ada kenaikan dari Rp 9.500 jadi Rp 15.000. Padahal ada keuntungan-keuntungan lain yang seharusnya bayar penuh, malah cuma bayar Rp 15.000," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna kepada detikFinance saat dihubungi, Rabu (20/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengintegrasian tarif JORR membuat pengguna yang tadinya membayar Rp 34.000 secara penuh, kini cuma perlu membayar Rp 15.000. Begitu pula untuk pengguna rute Bintaro-Priok (Rp 27.500), JORR-Priok (Rp 24.500), JORR W1-JORR (Rp 19.000) yang nantinya akan membayar lebih murah, yakni Rp 15.000.
"Sehingga itu adalah bagian yang beruntung. Mereka disubsidi oleh pengguna yang jarak pendek tadi. Sehingga efisiensi dicapai bareng-bareng," katanya.
Berikut adalah perubahan tarif tol JORR imbas dari dilakukannya integrasi:
JORR
Seksi W1 Kebon Jeruk-Penjaringan, dari Rp 7.500 jadi Rp 15.000
JORR (sistem terbuka)
Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami)
Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang)
Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini)
Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir)
Seksi E2 (Cikunir-Cakung)
Seksi E3 (Cakung-Rorotan) seluruhnya sistem terbuka Rp 9.500, jadi Rp 15.000
Jalan Tol Akses Tanjung Priok
Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang) tetap Rp 15.000
Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami, dari Rp 3.000 jadi Rp 15.000
Bintaro-Tanjung Priok dari Rp 27.500 (tol Pondok Aren-Bintaro-Ulujami + JORR + akses priok) jadi Rp 15.000
JORR-Tanjung Priok Rp 24.500 (JORR + akses priok) jadi Rp 15.000
JORR-JORR W1 Rp 17.000 jadi Rp 15.000











































