Follow detikFinance
Jumat, 22 Jun 2018 17:46 WIB

Kok Bisa Bawang Bombay Dijual Jadi Bawang Merah 'Palsu'?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Polisi sita 500 karung bawang merah yang akan diselundupkan (Chaidir-detikcom) Foto: Polisi sita 500 karung bawang merah yang akan diselundupkan (Chaidir-detikcom)
FOKUS BERITA Bawang Merah 'Palsu'
Jakarta - Sebanyak lima perusahaan yang menjual bawang merah palsu berupa bawang bombay menjadi bawang merah. Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman hal itu karena bentuk bawang yang mirip.

Dengan adanya kemiripan bentuk tersebut, Amran menilai hal tersebut berpotensi merugikan bila dijual sebagai bawang merah.

"Sesuai Kepmentan 105/2017 telah menutup impor bawang bombay berukuran diameter kurang dari 5 cm karena secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani lokal", katanya di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (22/6/2018).


"Secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen"Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Kok bisa merugikan petani?

"Karena begitu masuk pasar. bawang bombay mini ini dijual sebagai bawang merah dengan harga jauh lebih murah. Akibatnya harga bawang merah lokal anjlok drastis", ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada pedagang dan konsumen agar lebih teliti baik dalam memasarkan dan membeli bawang merah.

"Jika menemukan bawang bombay merah berukuran kecil, segera laporkan kepada Satgas Pangan atau instansi berwajib untuk ditindaklanjuti", ungkap dia.


Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Yasid Taufik mengatakan pada dasarnya bawang bombay yang boleh diimpor ke Indonesia adalah bawang dengan ukuran di atas 5 cm.

"Ukuran yang boleh masuk ke Indonesia, di atas 5 cm," tutupnya. (dna/dna)
FOKUS BERITA Bawang Merah 'Palsu'
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed