Follow detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2018 15:03 WIB

Jokowi: Minggu Depan Layanan Izin Online Terpadu Dibuka

Hendra Kusuma - detikFinance
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Dok. Twitter @DitjenPajakRI Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Dok. Twitter @DitjenPajakRI
Denpasar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya pengalaman yang menjengkelkan pada saat mengurusi izin usaha di Indonesia. Sebab, prosesnya bisa berminggu-minggu.

Pengalaman itu diungkapkannya pada saat acara sosialisasi PPh Final UMKM 0,5% di Ballroom Sanur Paradise, Bali, Sabtu (23/6/2018).

Dia menceritakan pengalamannya pada saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu Jokowi mendatangi salah satu dinas perizinan usaha untuk mempraktikkan langsung pembuatan surat izin usaha perdagangan (SIUP).


Hal ini dilakukan karena ia mendapatkan banyak cerita jika mengurus izin usaha menjadi salah satu yang dikeluhkan pelaku usaha.

"Saya datang ke kantor perizinan, lantai 1 saya diterima, saya ngomong, saya bukan gubernur, saya ingin urus izin, syaratnya ada, ada nama perusahaan, alamat, pemilik, modalnya berapa, jenis usahanya apa, saya hitungin 2 menit selesai, kenapa sampai berminggu-minggu?," kata Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia pun mengungkapkan salah satu penyebab proses izin usaha lama dikarenakan pejabat yang memiliki wewenang pun mengulur-ngulur waktu.

"Pak kalau di sini dua menit rampung, kenapa sampai berminggu-minggu, anu pak yang di lantai 3, ini yang tanda tangan di bawah ini, tanda tangan itu kan nggak sampai 1 menit. Saya jengkel, saya mau naik lift-nya mati, makin jengkel saya," ungkap dia.


Agar tidak lagi menjadi hal yang dikeluhkan oleh para pelaku usaha, Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sistem online single submission (OSS) atau sistem perizinan terpadu online dan dalam waktu dekat akan diluncurkan.

"Sekarang kita memang baru mempersiapkan, pemerintah pusat mempersiapkan minggu depan kita buka yang namanya OSS, semuanya akan cepat, sudah nggak pusing lagi urus SIUP berminggu-minggu," jelas dia.

Menurut Jokowi, jika dalam hal pengurusan izin usaha masih lambat, maka dipastikan Indonesia akan tertinggal oleh negara-negara lain yang memiliki terobosan dalam memikat investasi.

Dia juga menceritakan pengalamannya semasa masih menjadi pengusaha, sekitar 17 tahun lalu. Dirinya berinvestasi di Dubai dan proses pengurusan izin usaha diberikan tidak lebih dari satu jam.

"Di Dubai, saya datang ke kantor perekonomian, ke sebuah meja, saya kasih syarat di cek, tanda tangan, suruh datang ke gedung debelah, di sana cek lagi tanda tangan, lalu disuruh kembali tadi ke gedung awal, izin sudah diberikan kepada saya. Dengan izin itu, saya bisa membangun pabrik, gudang, kantor, showroom, begitu sangat cepatnya tidak sampai satu jam," papar dia.

"Kita ingin seperti itu. Ada kecepatan, sehingga dunia usaha bisa gerak cepat dan fleksibel, kalau urus IMB berbulan-bulan, apa-apaan ini," sambung dia.


Meski demikian, Jokowi juga meminta para pelaku usaha untuk mengerti lantaran sistem perizinan online terpadu ini membutuhkan waktu penyesuaian. Sebab, sistem ini terintegrasi antara pusat dengan daerah.

"Ini membutuhkan waktu panjang, tapi dengan ini bisa di track, kementerian mana yang lama, provinsi mana dinasnya yang lama, tapi memberikan waktu untuk mengubah kultur kerja, jadi saya minta masyarakat bersabar, sampai betul-betul dan bisa membalikkan culture," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed