Follow detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2018 18:23 WIB

Ada Bawang Merah 'Palsu', Kementan: Itu Barang Reject

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Bawang Merah Palsu/Foto: Dok. Kementan Bawang Merah Palsu/Foto: Dok. Kementan
FOKUS BERITA Bawang Merah 'Palsu'
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa bawang merah 'palsu' tersebut merupakan barang reject atau barang yang ditolak karena tidak sesuai standar.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan pada dasarnya bawang bombay terdiri dari dua jenis, yakni yang ukuran kurang dari 5 centimeter (cm) dan lebih dari 5 cm.


Lantas, bawang yang ukurannya kurang dari 5 cm merupakan bawang yang tidak sesuai standar. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 105 tahun 2017 di mana Indonesia tidak lagi mengimpor bawang bombay dengan ukuran di bawah 5 cm.

"Bawang bombay ada dua macam, di atas 5 cm dan di bawah 5 cm. Kalau sesuai peraturan nggak boleh bawang di bawah 5 cm masuk soalnya bisa dijual seperti bawang merah," jelasnya kepada detikFinance, Sabtu (22/6/2018).


Ia juga menambahkan bahwa bawang bombay tersebut merupakan kategori reject alias ditolak pasar.

"Bawang merah mini masuk dijual ke pasaran itu barang reject," terangnya.

Sementara itu, Kementan mem-blacklist lima perusahaan importir terkait penjualan bawang merah 'palsu'. Nantinya, perusahaan tersebut tidak boleh berbisnis kembali. (ara/ara)
FOKUS BERITA Bawang Merah 'Palsu'
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed