Harga Minyak Naik Pasca Revaluasi Yuan

Harga Minyak Naik Pasca Revaluasi Yuan

- detikFinance
Jumat, 22 Jul 2005 15:40 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah di pasar Asia melonjak lagi setelah Cina merevaluasi mata uang yuannya. Di pasar Singapura, minyak jenis light sweet crude naik sekitar 24 sen untuk kontrak bulan September menjadi US$ 57,37 per barel. Di pasar Nymex, minyak pemanas naik harganya menjadi US$ 1,5746 per galonnya. Begitu juga dengan premiumnya naik menjadi US$ 1,6790 per galonnya."Revaluasi yuan seharusnya akan menurunkan tingkat pemakaian dan permintaan minyak, tapi ini tidak terjadi pada hari ini. Mungkin pengaruhnya dalam beberapa waktu ke depan," kata analis Barclay Capital seperti dikutip kantor berita AP, Jumat (22/7/2005).Pandangan yang sama juga dinyatakan analis Kevin Norrish. "Konsumsi solar untuk disel dan gasolineakan menurun di Cina. Tentunya impor minyak juga akan menurun," kata Kevin.Cina saat ini adalah pemakai minyak terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Sementara Jepang yang sebelumnya menjadi konsumen kedua terbesar, kali ini menjadi konsumen ketiga terbesar. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads