Kuartal III-2005
OPEC Surplus Minyak 1 Juta bph
Jumat, 22 Jul 2005 16:14 WIB
Jakarta -
Produksi minyak OPEC pada kuartal III-2005 diprediksi mengalami surplus sebesar 1 juta barel per hari (bph). Surplus tersebut lebih rendah dibandingkan surplus pada kuartal II-2005 yang mencapai 2,4 juta, di tengah tingginya permintaan minyak dari Cina. Demikian Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Gubernur OPEC Indonesia Maizar Rahman dalam penjelasan perkembangan harga minyak di Kantor Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (22/7/2005).Perhitungan surplus selama kuartal II-2005 tersebut berdasarkan angka produksi OPEC sebesar 30 juta bph, sedangkan permintaan hanya 27,6 juta bph. Namun pada kuartal IV, Maizar menjelaskan, minyak OPEC akan minus sebesar 600 ribu bph karena adanya permintaan di musim dingin. Maizar menambahkan, tahun 2004 merupakan puncak permintaan minyak, dan pada tahun 2005 permintaan masih tetap tinggi namun tidak setinggi tahun 2004.Maizar memrediksi pada tahun 2006 akan terjadi perubahan permintaan meski dalam jumlah yang tidak terlalu besar. "Ini dikarenakan feed back harga minyak yang tinggi pada tahun 2004 sehingga tahun berikutnya ada pengurangan konsumsi," ujar Maizar.Ia juga memrediksi harga minyak pada akhir tahun 2005 berada di kisaran US$ 50 per barel. Menurut Maizar, harga minyak yang ideal yakni menguntungkan produsen, konsumen tidak mengeluh dan investor bersemangat, adalah di level US$ 40 per barel. Maizar memaparkan, permintaan dunia secara keseluruhan pada tahun tahun 2004 mencapai 82,2 juta bph, dengan surplus 0,6 juta bph. Sementara permintaan pada kuartal I-2005 sebesar 83,8 juta bph, kuartal II-2005 sebesar 82,3 juta bph, kuartal III-2005 sebesar 83,7 juta bph dan kuartal IV-2005 sebesar 85,9 juta bph. Secara rata-rata permintaan selama tahun 2005 sebesar 83,9 juta bph, dengan surplus 700 ribu bph.
(qom/)










































