Follow detikFinance
Senin, 25 Jun 2018 21:00 WIB

Mentan Buka Rahasia Harga Pangan Stabil di Ramadan hingga Lebaran

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan harga bahan pangan selama Ramadan dan Lebaran kali ini relatif stabil dan terkendali. Bahkan, dia mengatakan harga pangan pada Idul Fitri dua tahun terakhir adalah yang terbaik dalam kurun 10 tahun terakhir.

"Ini adalah sejarah baru bagi pertanian Indonesia dan lembaran baru juga dalam sektor pangan kita," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Senin (25/6/2018).


Ia pun menjelaskan upaya yang dilakukan Kementan adalah mengubah pola tanam dan mengantisipasi kenaikan harga yang biasa terjadi selama Ramadan dan Lebaran.

"Tiga bulan jelang Ramadan petani menambah kapasitas tanam. Hasilnya, ternyata bukan hanya menstabilkan harga selama Ramadan dan Lebaran. Seperti yang kita tahu bersama sekarang jagung kita bisa ekspor, bawang merah dulu impor sekarang ekspor ke 6 negara. Juga ayam potong sekarang kita ekspor ke negara Jepang. Ekspor bahan pangan juga secara keseluruhan naik sebesar 400% lebih," jelas Amran lagi.



Selain itu, ia juga mengaku stabilitas harga selama 2 tahun terakhir tersebut merupakan hasil dari kerja sama lintas sektor, ditambah dengan penindakan yang dilakukan oleh Satgas Pangan Kementan.

"Kita mem-blacklist perusahaan impor nakal yang hanya mencari untung sebesar besarnya tanpa mengindahkan aturan yang berlaku, merugikan petani dan masyarakat konsumen," sambung Amran.

Dia meyakini jika Kementan terus mendapat dukungan dari Kapolri, Panglima TNI dan Menkopolhukam, persoalan bahan pangan dapat ditangani di periode kepemimpinan Jokowi-JK.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang ikut dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri 1439 H di Markas Besar (Mabes) Polri mengatakan pihaknya tidak ragu dalam menegakkan hukum.

"Kita tidak akan ragu-ragu menegakkan hukum bagi para pelanggar yang hanya ingin untung sendiri merugikan masyarakat," kata Wiranto.

Ia juga memberi penghargaan kepada semua pihak yang telah telibat dan sama-sama bekerja keras mewujudkan harapan masyarakat untuk melewati Ramadan dan merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

Panglima TNI Kapolri yang menjadi tuan rumah acara tersebut juga menyatakan akan turut membantu Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memerangi mafia pangan dan kartel.

Sebelumnya Kementan mengumumkan 5 perusahaan yang masuk daftar hitam. Kelima perusahaan tersebut diduga mengimpor bawang bombai mini yang harga beli dan bea masuk yang murah untuk kemudian dijual kembali sebagai bawang merah dengan harga yang lebih mahal.



(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed