Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menilai utang Indonesia masih dalam batas aman. Namun dia mengimbau agar pemerintah memperhatikan pertumbuhan utang.
"Masih aman tapi jangan sampai pertumbuhan utang lebih tinggi dari PDB nominal," tuturnya kepada detikFinance, Selasa (26/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2017 total utang Indonesia pemerintah pusat mencapai Rp 3.938 triliun. Angka itu naik Rp 472 triliun atau 13,6% jika dihitung dari posisi akhir 2016 sebesar Rp 3.466 triliun.
Sementara pertumbuhan ekonomi di 2017 mencapai 5,07% sedangkan inflasi tahun lalu mencapai 3,61%. Sehingga total PDB nominal sebesar 8,68% atau lebih kecil dari pertumbuhan utang.
Menurut Lana sebaiknya pertumbuhan utang lebih rendah dari pertumbuhan PDB nominal. Hal itu menentukan seberapa efisiensinya utang pemerintah yang akhirnya bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi.
"Seperti Anda beli motor, kalau motornya tidak menghasilkan income lebih tinggi, itu artinya utang itu jadi kurang efisien," imbuhnya. (ara/ara)











































