Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Jun 2018 15:05 WIB

Hari Pilkada Jadi Libur Nasional Bikin Repot Pengusaha

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Pemerintah menetapkan pelaksanaan Pilkada serentak kemarin sebagai libur nasional. Kebijakan ini mendapat reaksi beragam, termasuk dari pelaku usaha kawasan industri.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar mengaku dibikin repot oleh kebijakan tersebut lantaran pengumuman libur nasional saat pelaksanaan Pilkada serentak terlalu mendadak. Hal ini cukup merepotkan pelaku industri.

"Ini kan diputuskan di saat saat terakhir. Kita berharap kalau ini memang sudah menjadi agenda nasional harusnya penyampaiannya jangan terlalu mendesak. Itu kan susah mesin-mesin segala macam itu kan pengaturannya perlu pengaturan yang lebih awal," katanya di Grand Melia Hotel, Jakarta, Kamis (28/6/2018).


Selain itu, karena pengumuman libur nasional saat Pilkada sudah mendekati hari H, kata dia itu juga mempengaruhi pengiriman produk-produk industri yang akan diekspor.

"Jadi ya sebetulnya mungkin bisa perencanaan yang lebih baik ya dalam rangka untuk delivery produk produk yang memang khususnya dalam rangka ekspor. Ini kan harus dikejar," lanjutnya.

Dia juga menyampaikan gara-gara libur ini membuat pelaku industri harus mengeluarkan biaya tambahan atau extra cost. Pasalnya bagi karyawan yang tetap dipekerjakan dianggap lembur.

"Dan ujung-ujungnya itu juga akhirnya juga bayar hitungan lembur juga. Ini tetap ada jalan keluar tapi memang ada extra cost di situ," tuturnya.


Dia menyatakan, ke depannya jika pemerintah ingin memutuskan hal semacam itu sebaiknya dari jauh-jauh hari.

"Tapi kuncinya jangan segala sesuatu disampaikannya mendadak. Kalau dikasih waktu yang lebih baik itu ya kita bisa merencanakan semua itu," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com