Kenaikan Harga BBM Hanya Untungkan Segelintir Orang

Kenaikan Harga BBM Hanya Untungkan Segelintir Orang

- detikFinance
Senin, 25 Jul 2005 14:46 WIB
Jakarta - Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak perlu dilanjutkan. Kenaikan itu diyakini hanya menguntungkan segelintir orang, misalnya pemegang proyek di departemen dan para rekanan. Demikian disampaikan oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjat H Wibowo di Jakarta, Senin (25/7/2005).Dikatakannya, kerugian yang besar justru akan diderita oleh industri kecil, para nelayan serta petani. Artinya kenaikan harga BBM itu akan menjadi arena pendistribusian kue ekonomi dari mereka yang lemah ke mereka yang kuat.Dijelaskan oleh Dradjat, tidak benar jika pemerintah bisa mengalokasikan dana sekitar Rp 100 triliun ke penduduk miskin. Sebab, sampai sekarang tidak ada statistik penduduk miskin dan yang ada hanya estimasi jumlah penduduk miskin."Omong kosong jika pemerintah bisa alokasikan Rp 100 triliun. Sampai sekarang tidak ada statistik jumlah penduduk miskin tersebut," ujarnya.Dikatakannya, Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu meminta persetujuan tambahan dana Rp 250 miliar ke Komisi XI DPR untuk melakukan sensus penduduk miskin, tapi belum disetujui. Tujuan BPS melakukan sensus penduduk miskin adalah supaya alokasi kompensasi BBM bisa tepat sasaran. Namun Dradjat menyayangkan kemungkinan adanya duplikasi data. Sebab, saat ini Departemen Dalam Negeri juga meminta anggaran untuk registrasi atau pencatatan penduduk."Daripada buru-buru menaikkan harga BBM, pemerintah semestinya berusaha untuk menggabungkan data BPS dengan data Departemen Dalam Negeri," ujarnya.Dalam pandangan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, melalui kenaikan harga BBM, dana kompensasi juga tidak pernah kembali secara efektif ke masyarakat. "Kalau mau diubah, ya diubah saja sekaligus menjadi semacam jaminan sosial. Misalnya nanti yang memperoleh adalah petani tanpa tanah. Jadi lebih jelas dan kriterianya pun lebih mudah untuk dicatat," ungkapnya. (san/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads