CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Jul 2018 18:26 WIB

Bisnis Kayu Harus Sabar, Panennya 7-40 Tahun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pilihan investasi sektor perhutanan saat ini mulai banyak dilirik oleh masyarakat luas setelah viral soal cerita pria asal Banyuwangi, Wahyu Widodo, yang tajir melintir dari bisnis tanaman pohon sengon.

Pohon sengon atau Albizia Chinensis atau disebut juga pohon albasia. Namun untuk bisnis di sektor ini harus sabar, karena manisnya hasil dari menanam pohon baru bisa dirasakan 7 sampai 40 tahun kemudian.

Direktur Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Suprihanto menjelaskan, selain sengon ada juga beberapa jenis pohon lainnya yang bisa dibuat sebagai bisnis.

"Seperti Pohon Jati, Pohon Mahoni, Pohon Sonokeiling sampai Pohon Jabon itu butuh waktu dari 7 sampai 40 tahun untuk masuk masa panen," kata dia kepada detikFinance Rabu (4/7/2018).


Bisnis di sektor ini tergolong menjanjikan, dengan modal harga bibit yang tergolong terjangkau, harga kayu bisa cukup tinggi ketika panen. Seperti pohon Jati di Perhutani yang bibitnya dijual dengan harga Rp 5.000/ bibit. Setelah panen kayu bisa dijual dengan harga Rp 10 -15 juta per meter kubik.

Namun, jangan senang dulu. Bisnis kayu membutuhkan kesabaran. Untuk bisa dipanen, kayu jati butuh masa tanam hingga 40 tahun.

Lalu ada Pohon Senokeling yang, bibitnya dijual dengan harga sekitar Rp 5.000. Masa tanamnya sekitar 20 tahun sebelum bisa dipanen dengan harga Rp 17 juta per meter kubik.


Ada juga pohon jabon di Perhutani yang bibitnya dijual dengan harga Rp 3.000. Daurasi masa panen yaitu sekitar 7- 8 tahun.

"Setelah panen kayu jabon bisa dijual dengan harga Rp 1 juta per meter kubik," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed