Partisipasi Masyarakat Turun, PLN Serukan Lagi Hemat Listrik
Selasa, 26 Jul 2005 15:58 WIB
Jakarta -
Hangat-hangat tahi ayam. Itulah peribahasa yang tepat untuk partisipasi gerakan hemat listrik yang diserukan PLN. Awalnya respons masyarakat sangat baik, namun akhir-akhir ini kian menurun. PLN mencatat, sejak 11 hingga 25 Juli, terjadi tren penurunan penghematan listrik."Kami akan kembali menyosialisaikan hemat energi untuk menjaga kondisi penghematan," kata General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali (P3B) PLN Bali Muldjo Adji di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (26/7/2005).Namun Muldjo mengakui, semenjak keluarnya Inpres Nomor 10 Tahun 2005 tentang hemat energi, beban listrik PLN Jawa-Bali rata-rata turun hingga 571 megawatt. Dengan penurunan tersebut, PLN Jawa-Bali berhasil menghemat Rp 39 miliar per hari.Sebelumnya, PLN Jawa-Bali harus merogoh kantongnya hingga Rp 90 miliar hanya untuk pemakaian BBM. Dana Rp 39 miliar itu berasal dari penghematan 3,5 hingga 4 juta liter solar per hari. Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sunggu Anwar Aritonang sebelumnya juga mengakui, imbauan hemat energi yang tertuang dalam Inpres 10/2005 sangat bermanfaat untuk PLN. Partisipasi publik membuat PLN bisa berhemat listrik hingga 700 megawatt pada pasokan listrik Jawa-Bali, saat beban puncak mencapai 14 ribu megawatt.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































