PLN Optimis Industri Tetap Gunakan Listrik
Selasa, 26 Jul 2005 22:21 WIB
Jakarta - PLN optimis kalangan industri tetap akan menggunakan listrik meskipun PLN berencana menaikkan kenaikan tarif waktu beban puncak. Tarif listrik lebih murah bila dibandingkan dengan BBM."Secara rata-rata tarif PLN dengan kenaikan ini masih murah karena listrik lebih ekonomis daripada BBM," kata Dirut PLN, Eddie Widiono disela-sela Ekspose Sekuriti Sistem Jawa-Bali di Kantor pusat PLN, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa (26/7/2005).Ketika ditanya apakah PLN tidak takut pelanggan besar kembali menggunakan BBM, Eddie mengatakan dengan harga premium Rp 2.200, tarif listrik jauh lebih murah. "Bila menggunakan listrik kita menjual masih jauh di bawahnya dengan perhitungan 0.3 liter per kwh biayanya Rp 700 sedangkan untuk mesin-mesin efisien 0.25 liter perkwh = Rp 550," kata Eddie.Dirinya menampik kalau tujuan kenaikan ini agar PLN mendapat laba namun lebih untuk mengendalikan listrik pada saat beban puncak karena faktor BBM."Kalau kita ingin menaikkan laba salah satu alternatif dengan tarif dasar listrik tapi ini bukan kenaikan tarif itu," kata Eddie.Menurutnya selama 1,5 tahun PLN tidak pernah menaikkan TDL tapi tiba-tiba PLN diberi beban oleh Pertamina yaitu dengan beralihnya kalangan industri gunakan listrik.
(ddn/)











































