Follow detikFinance
Senin, 09 Jul 2018 21:17 WIB

Tekan Impor, Investasi Karet Campuran Aspal Mau Dipermudah

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok.Kementerian PUPR Foto: Dok.Kementerian PUPR
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penggunaan serbuk karet atau crumb rubber yang bisa dijadikan bahan baku aspal bakal didorong guna mengurangi ketergantungan akan bahan campuran lainnya untuk pembuatan aspal.

Untuk itu, dia bilang pemerintah akan memberi kemudahan untuk investasi karet bahan campuran aspal atau crumb rubber sehingga impor berkurang atau penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) meningkat. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global di tengah kegiatan infrastruktur yang masih banyak harus dilakukan.

"Akan menguatkan TKDN, ini untuk memperkecil impor," kata Basuki di Istana Bogor, Senin (9/7/2018).



Dia bilang, serbuk karet bisa diolah untuk campuran aspal. Sebab, sampai saat ini belum ada pabriknya di Indonesia.

"Makanya diberikan ruang investasi itu. Karena karet untuk campuran aspal itu harus crumb rubber bukan latex," jelas dia.

Untuk merealisasikan hal itu, Basuki pun akan mengirimkan surat kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartato untuk membuka ruang kemudahan investasi crumb rubber di Indonesia.

"Jadi menteri perindustrian mau memberikan ruang investasi untuk crumb rubber itu," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed