Follow detikFinance
Minggu, 15 Jul 2018 14:43 WIB

Susi: Kita Ledakkan Kapal Maling Ikan Biar Tak Balik Lagi ke RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lilly Aprilya Pregiwati/Humas KKP. Foto: Lilly Aprilya Pregiwati/Humas KKP.
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan sejumlah ancaman yang bakal merusak laut Indonesia. Susi bilang, ancaman tersebut berupa penangkapan ikan secara ilegal (ilegal fishing) hingga sampah.

Susi mengatakan, pihaknya telah memberikan sanksi yang tegas untuk para pencuri ikan. Sehingga, para pencuri itu tidak lagi berulah.

"Ancaman terhadap laut juga sangat tinggi dari ilegal fishing yang sekarang kita sudah hampir selesaikan. Kita ledakan kapal yang curi supaya tidak mau lagi datang ke Indonesia sudah 363 kapal yang kita tenggelamkan. Mudah-mudahan mereka tidak berani masuk lagi," kata dia dalam peluncuran Pandu Laut Nusanrara di Menara BCA Jakarta, Minggu (15/7/2018).


Ancaman lain ialah sampah. Susi menyebut, Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar di dunia di mana sampah ini mengancam keberagaman laut di Indonesia.

Masalah sampah ini juga bersamaan dengan penangkapan satwa laut yang sudah terancam.

"Akan tetapi selain ilegal fishing, ancaman laut kita juga soal sampah. Sampah ini Indonesia penyumbang sampah terbesar dan keberagamannya terancam. Kenapa, karena Indonesia ini masih pengekspor tertinggi untuk sirip ikan hiu di dunia. Label ini bikin kita malu, karena banyak dicibir oleh dunia," jelasnya.


Bukan hanya itu, ancama lain berasal dari penangkapan ikan dengan alat yang merusak. Salah satunya, kata Susi dengan menggunakan bom.

"Ada lagi yang lebih parah, pake portas, sianida. Sianida ini 1 gram merusak 6 meter persegi. Saya sering kali padling, selain sampah plastik juga melihat nelayan bawa portas itu literan 10 liter. Padahal 1 gram berarti 6 meter persegi, kalau 1 kg 1 liter membunuh 60.000 meter persegi. Kan gila. Tidak boleh lagi," tutupnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed