Ditemukan 5 Kasus Dugaan Korupsi di Pupuk Kaltim

Ditemukan 5 Kasus Dugaan Korupsi di Pupuk Kaltim

- detikFinance
Kamis, 28 Jul 2005 12:01 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN menemukan 5 kasus dugaan korupsi di PT Pupuk Kaltim. Saat ini BUMN yang memproduksi pupuk ini tengah diselidiki Tim Investigasi Kementerian BUMN.Kasus tak sedap itu pertama, pemanfaatan dana Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) untuk kepentingan politik yakni memenangkan calon presiden tertentu pada September 2004. Dalam kasus ini, direktur utama, direktur keuangan dan kepala biro PKBL, diduga terlibat. Kedua, kasus penempatan dana penjaminan kredit usaha mikro lunak tanpa agunan (KUMLTA). Dana ini juga digunakan untuk pemenangan capres tertentu. Dugaan sementara kerugian negara Rp 3,2 miliar.Lalu kasus penjualan pupuk urea untuk ekspor. Dalam kasus ini, terjadi pelanggaran terhadap SK Menkeu yang mengatur mekanisme ekspor urea. Selain itu, penentuan harga dan pembeli tidak transparan dan akuntabel dan harga jual jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Negara dirugikan paling tidak sebesar US$ 625 ribu. Direktur utama dan direktur pemasaran Pupuk Kaltim diduga terlibat dalam kasus korupsi ini.Kasus lainnya adalah pembelian Gedung Siemens di Jalan Kebon Sirih untuk kantor Pupuk Kaltim. Pelanggaran dilakukan terhadap prosedur pengadaan barang dan telah terjadi mark up. Negara dirugikan sekitar Rp 55 miliar. Proyek NPK Pelangi juga diduga sarat KKN. Dugaan korupsi terletak pada pelanggaran terhadap prosedur pengadaan barang dan jasa. Selain itu, penentuan mitra kerjasama dinilai bernuansa kolusi. Kasus ini merugikan negara Rp 2,5 miliar.Sumber detikcom di Kementerian BUMN menyebutkan, penyelidikan terhadap lima kasus dugaan korupsi di Pupuk Kaltim ini dilakukan setelah Tim Investigasi Kementerian BUMN meneliti laporan-laporan yang masuk. "Tidak hanya lima kasus ini, sebelumnya ada banyak. Tapi setelah dipelajari hanya yang ini saja yang layak untuk ditindaklanjuti," kata sumber itu kepada detikcom di Jakarta, Kamis (28/7/2005).Staf Ahli Menneg BUM Bidang Informasi dan Investigasi Lendo Novo menyatakan, Menneg BUMN sudah mendapat laporan mengenai kasus dugaan korupsi di Pupuk Kaltim. "Kita secara kontinyu melaporkan hasil temuan dan perkembangan penyelidikan kepada menteri," kata Lendo. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads