Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Jul 2018 12:17 WIB

Gerainya Diminta Tak Ada di Rest Area, KFC: Kontribusinya Tak Banyak

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk mengaku tak masalah dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang ingin tak ada waralaba asing di rest area. Pengelola KFC di Indonesia ini siap mengikuti pemerintah jika itu sudah tertuang dalam bentuk peraturan.

Lagi pula menurut Corporate Secretary Fast Food Indonesia, Justinus Dalimin Juwono sumbangsih dari gerai KFC yang ada di dalam rest area jalan tol tidak begitu besar. Apalagi jumlah gerai KFC di dalam tol tidak begitu banyak.

"Enggak banyak terutama di tol Cikampek dan Jagorawi, enggak sampai 10 kok. Sumbangsihnya enggak seberapa lah, kalau ramai saja," tuturnya kepada detikFinance, Selasa (17/7/2018).


Saksikan juga video 'Rest Area Menjadi Catatan dalam Arus Mudik Tahun ini':

[Gambas:Video 20detik]



Menurut Justinus pendapatan KFC di rest area terasa besar hanya dalam waktu-waktu tertentu seperti musim mudik, ataupun hari-hari besar lainnya dan libur panjang. Sayangnya Justinus tak bisa menjabarkan secara rinci.

"Misalnya tolnya macet, itu baru ramai, mereka kan butuh istirahat," tambahnya.

Sebelumnya, saat meresmikan tol Kartasura-Sragen, Jokowi memerintahkan agar rest area-rest area tol untuk diisi dengan produk-produk lokal.

"Pada kesempatan ini saya titip, tadi sudah disinggung Pak Menteri PU, soal rest area. Jangan sampai titik-tik yang ada kegiatan ekonomi justru diisi oleh merek-merek asing, brand-brand asing. Saya minta di setiap rest area, jualannya bukan McD, bukan Kentucky, bukan Starbucks, Terus mulai diganti sate, soto, tahu guling, gudeg," kata Jokowi.


"Ada perintah pada Menteri BUMN, Mentri PUPR untuk diubah. Kerja sama dengan Kabupaten/Kota, Provinsi sehingga yang namanya batik bisa dijual di rest area. Makannya yang tadi. Kalau minum ya jangan starbucks, wedang ronde gitu saya kira bisa dijual di rest area. Ini harus kita mulai," tandasnya.

Produk-produk lokal untuk dijual di rest area jalan tol tersebut, lanjut Presiden, guna mengakomodir para pelaku UMKM lokal, sehingga tidak merasa ditinggalkan karena adanya pembangunan infrastruktur tersebut.



"Jangan sampai ada suara-suara, Pak sekarang telur asin omsetnya anjlok. Kalau nanti dibuatkan di rest area, saya kira tidak lagi. Jangan sampai ada yang merasa ditinggal karena pembangunan ini," imbuh dia.

Gerainya Diminta Tak Ada di Rest Area, KFC: Kontribusinya Tak Banyak
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed