Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 07:57 WIB

Indonesia Jadi Hub Ekonomi Digital ASEAN, Why Not?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Menkominfo Rudiantara. Foto: Rina Atriana/detikcom Menkominfo Rudiantara. Foto: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut berbagai aspek kehidupan dikelola menggunakan media digital agar lebih efisien.

Begitu pula dalam hal tata kelola ekonomi nasional yang dituntut lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi digital atau yang dikenal dengan istilah digital ekonomi.

Digital ekonomi juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Apalagi RI merupakan negara dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar sehingga menjadi potensi pasar yang sangat besar.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pemerintah tak ingin potensi pasar yang besar itu malah dinikmati negara lain. Sehingga pemerintah bertekad menjadikan RI sebagai hub digital ekonomi. Bagaimana sih caranya?

Rudiantara menjelaskan, caranya yaitu mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan keuangan dari mulai tabungan, transaksi antar bank hingga akses permodalan usaha dan asuransi.


"Digital ekonomi itu, bagaimana kita memanfaatkan digital ekonomi untuk inklusi keuangan," ujar dia saat berbincang dengan detiknetwork di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Selain itu kata dia, digital ekonomi harus mendorong economic sharing. Ia mencontohkan, penerapan ecoomic sharing ini bisa dilihat pada munculnya aplikasi Go-Jek. Yakni bagaimana sebuah teknologi memudahkan penyedia jasa dan pengguna jasa saling bertemu.

Pengemudi Go-Jek mudah mendapat penumpang, dan calon penumpang mudah menemukan ojek yang akan mengantarnya ke tujuan.

Kemudian yang terakhir yaitu adalah mengenai pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM). Dengan keberadaan teknologi digital, pelaku UKM lebih mudah memasarkan produknya tanpa lagi perlu terbatas jarak dan waktu dengan para pelanggannya.

Bagaimana seorang perajin mutiara di Bali bisa terhubung dengan pelanggannya di Jakarta atau bahkan di manca negara sekalipun.


"Jadi bagaimana memanfaatkan ekonomi digital itu untuk mendorong ekonomi melalui inklusi keuangan, economy sharing dan UKM," kata dia.

Rudiantara percaya RI mampu jadi hub ekonomi digital di ASEAN. Sebab, kata dia, empat dari tujuh unicorn di ASEAN berasal dari Indonesia.

"Tujuh unicorn di ASEAN, empat di antaranya berasal dari Indonesia. Tiga dari Singapura, satu dari Malaysia dan satu lagi Filipina. Singapura dan Malaysia unicorn-nya main contributor-nya adalah Indonesia. Jadi kalau nggak ada Indonesia, dia nggak bakal jadi unicorn," jelasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed