Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 14:23 WIB

Jawaban Luhut soal Tudingan 'Menteri Segala Urusan' di Kabinet Jokowi-JK

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan banyak mengurus berbagai bidang dengan tupoksi yang bervariasi. Saking banyaknya bidang yang digeluti, jenderal bintang empat ini bahkan dijuluki menteri segala urusan.

Terakhir, Luhut ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Pelaksana Annual Meetings IMF-World Bank 2018 yang akan dilangsungkan di Bali, Oktober mendatang.

Meski jabatan yang dimilikinya di pemerintahan tak bersentuhan langsung dengan isu yang dibawa oleh acara itu, tapi Luhut punya jawaban dari ditunjuknya dia sebagai orang paling sibuk yang mengurus agenda akbar tersebut.

"Sebenarnya kan saya itu kan bukan ketua substansi dari materinya. Saya kan ketua penyelenggara. Penyelenggara kan bagaimana mengorganisir dari berbagai macam institusi supaya bisa cepat, padu, baik," katanya di markas detikcom, Jumat (20/7/2018).


Saksikan juga video 'Luhut Jawaban Kritik Besarnya Dana Acara World Bank-IMF di Bali':

[Gambas:Video 20detik]



Luhut menjelaskan, latar belakang militernya juga menjadi pertimbangan Presiden Jokowi menunjuknya mengamankan persiapan gelaran acara ini. Akan ada ribuan perwakilan dari 189 negara yang hadir di Bali untuk mengikuti agenda tersebut.

"Karena saya juga harus koordinasikan TNI/Polri, BIN," ujar Luhut.

Selain itu, tupoksinya di pemerintahan juga erat kaitannya dengan ekonomi. Keterkaitan ekonomi maritim yang begitu luas membuatnya juga tak merasa jauh-jauh amat dengan tugas yang harus diembannya pada acara ini.

"Faktor laut itu kita punya US$ 1,3 triliun potensi ekonomi per tahun yang harus bisa kita kelola. Tapi kita selama ini kan baru 8% yang kita kelola. Jadi saya paham juga bagaimana mengelola ekonomi dengan baik," katanya.


Seperti diketahui, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah IMF-World Bank Annual Meetings 2018. Pertemuan ini merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, yang menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota serta sektor privat, akademisi, NGO dan media.

Secara keseluruhan, total peserta akan mencapai 15.000 orang. Tujuan utama penyelenggaraan agenda ini adalah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia dan Asia sebagai ekonomi yang reformed, resilient, dan progressive.

Jawaban Luhut soal Tudingan 'Menteri Segala Urusan' di Kabinet Jokowi-JK
(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed