Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Jul 2018 09:32 WIB

Antrean Panjang karena Pembaruan Sistem, Naik KRL Gratis?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan pihaknya tidak menggratiskan tiket KRL Jabodetabek. Hal itu menyikapi beredarnya kabar tiket digratiskan karena terjadi antrean panjang akibat pembaruan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik KRL.

VP Komunikasi KCI Eva Chairunisa mengatakan, jika ada penumpang yang tidak bayar tiket, kemungkinan besar mereka menerobos paksa.

"Ini sebenarnya nggak ada yang digratiskan, tetap menggunakan tiket. Kalau pun nanti mereka ada yang paksa masuk, menerobos, di stasiun tujuan kan ada petugas lagi," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (23/7/2018).


Dia menjelaskan di stasiun tujuan ada petugas yang berjaga untuk mengecek tiket yang dibawa penumpang. Jika penumpang tidak memiliki tiket maka harus bayar di tempat tujuan tersebut seharga tiket yang diberlakukan.

"Iya nanti akan kena di stasiun tujuan ada penjaganya. (Sanksinya) flat ya, untuk mempercepat pelayanan akan diminta bayar tiket Rp 3.000," tambahnya.

Sekali lagi dia menegaskan tak ada penumpang di stasiun KRL manapun yang digariskan.

"Nggak ada yang digariskan. Jadi semuanya tetap menggunakan tiket kertas untuk perjalanan KRL," tambahnya.


Untuk diketahui, KCI saat ini sedang melakukan pembaruan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik KRL. Hal ini membuat transaksi untuk sementara tidak bisa menggunakan uang elektronik ataupun Kartu Multi Trip (KMT).

Kondisi tersebut membuat perjalanan pengguna KRL terhambat. Pasalnya mereka harus meluangkan waktu lebih lama untuk membeli tiket kertas harian. Kondisi ini pun menyebabkan parahnya antrean di beberapa stasiun. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com