Follow detikFinance
Senin, 23 Jul 2018 13:39 WIB

Iwan Sunito: Tak Naik Kelas di RI, Jadi Orang Berpengaruh di Sydney

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Muhammad Idris-detikFinance Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Pengusaha properti asal Indonesia, Iwan Sunito kini jadi salah satu pengusaha sukses di Australia. Banyak proyek-proyek yang sudah dibangun Iwan di Australia.

Iwan tak menyangka dia bisa menjadi raja properti di Australia, khususnya di Sydney. Lewat perusahaannya, Crown Group, pria kelahiran Pangkalan Bun ini begitu ekspansif membangun banyak proyek apartemen mewah di Sydney.

Iwan tak manyangka bisa sesukses ini. Siapa sangka, dulu saat sekolah dirinya kerap tak naik kelas.

"Saya SD, SMP, dan SMA tidak naik kelas saat di Pangkalan Bun," katanya saat ditemui di Swisshotel, Sydney, Rabu, Oktober 2013 lalu.


Namun dia mengakui, teman dan gurunya mengatakan, kelebihannya adalah pada bidang menggambar dan kerajinan tangan. Makanya tak heran, dia memasuki dunia properti lewat profesinya sebagai arsitektur.

Iwan yang umurnya masih di bawah 50 tahun ini memulai bisnis properti di Sydney sekitar tahun 1996 dengan rekannya Paul Sathiyo, dan keduanya mendirikan Crown.

"Kalau gergaji, drawing tidak ada lawannya, itu sudah berkah saya dari kecil. Jadi 17 tahun saya di arsitek, saya tahu kalau ada gambar yang tidak bagus," ucap Iwan.

Lantas apa yang jadi kunci suksesnya sehingga punya proyek apartemen puluhan triliun rupiah di Sydney? "Kuncinya adalah 5S," tegas Iwan.


Pertama adalah 'know our space'. Artinya, sebagai pengusaha harus mengetahui ruang lingkup usahanya.

"Kami memutuskan untuk menciptakan hunian bintang 5. Dan sebagai pengusaha asal Asia, saya ingin mendobrak pandangan orang bule di sini," jelasnya.

Kemudian kedua adalah 'building scale' atau meningkatkan skala kemampuan. "Kita terus menarik orang-orang terbaik untuk meningkatkan kemampuan. Saya tidak percaya one man show, tapi kerja tim," ungkap Iwan.

Ketiga adalah speed atau kecepatan. Lewat tim yang komplit, kata Iwan, perusahaannya bisa mengerjakan dan memasarkan proyek dengan cepat. "Tapi kami tetap fokus kepada proyek hunian atau residential," katanya.


Selanjutnya adalah 'sustainable'. Dia ingin agar perusahannya berkelanjutan, dan tidak menuntut pertumbuhan yang drastis namun tak berkelanjutan.

Terakhir adalah 'social' atau lingkungan sosial yang mendukung. "Motivasi tanpa strategi sama saja dengan frustrasi," katanya.

Iwan kini menjadi salah satu orang paling berpengaruh di Sydney. Dia ada di urutan ke-16 dari daftar orang paling berpengaruh di Southern Courier.


Tonton juga video: 'Aktor Muslim Riz Ahmed Jadi 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia'

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed