IMF Ingatkan AS Soal Tingginya Harga Minyak

IMF Ingatkan AS Soal Tingginya Harga Minyak

- detikFinance
Sabtu, 30 Jul 2005 12:21 WIB
Jakarta - The International Monetary Fund (IMF) mengingatkan, harga minyak yang terus naik akan berpengaruh negatif terhadap perekonomian AS. Prospek perekonomian AS dalam jangka menengah ini dinilai tidak akan begitu baik.Pernyataan IMF tersebut dikeluarkan dalam laporan tahunannya. Pertumbuhan ekonomi AS tidak akan lebih dari 3,5 persen pada tahun 2006."Ada risiko yang besar ketika AS menginginkan pertumbuhan ekonominya tetap tinggi sementara harga minyak terus naik," kata petinggi IMF seperti yang dikutip Worldnews.com, Sabtu (30/7/2005).Selain melambatkan pertumbuhan ekonomi AS, harga minyak yang tinggi juga akan meningkatkan biaya produksi. Permintaan barang domestik tentunya akan mengalami penurunan.Konsumen terbesar minyak saat ini adalah AS. Akibat konsumsi yang banyak ini, harga minyak terus menanjak hingga US$ 60 barel per hari.Data menyebutkan, sejak harga minyak terus mengalami kenaikan, pertumbuhan ekonomi AS hanya sekitar 3,4 persen pada pertengahan Juni ini. Statistik angka itu menandakan terjadinya penurunan tingkat pertumbuhan yang signifikan dari target terendah sebesar 3,8 persen. Angka pertumbuhan itu juga yang paling rendah dari bulan-bulan sebelumnya.IMF juga mengingatkan AS soal terjadinya inflasi yang berkelanjutan akibat tingginya harga minyak. "Inflasi akan terus menerus naik dan bisa mencapai ke tahap ekstrem," sebut IMF.Akibatnya, anggaran belanja negara itu juga akan naik dengan adanya inflasi. Secara angka memang anggaran belanja AS akan naik, namun secara riil justru terjadi penurunan, karena kenaikan hanya berupa angka saja yang disebabkan oleh inflasi itu. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads