Ledakan di Kilang BP Texas Lontarkan Harga Minyak ke US$ 61
Sabtu, 30 Jul 2005 14:31 WIB
Jakarta -
Ledakan di kilang minyak milik BP di Texas ikut melontarkan harga minyak dunia kembali ke level tertingginya sepanjang sejarah di US$ 61 per barel. Ledakan itu menumbuhkan kembali kecemasan tentang suplai energi hingga akhir tahun.Di New York, minyak jenis light untuk pengantaran September kembali mencapai level US$ 61 per barel. Namun akhirnya, harga minyak ditutup di level US$ 60,57 per barel, atau naik 63 sen dibandingkan posisi sebelumnya.Sementara di London, harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September naik 61 sen ke level US$ 69,37 per barel."Ledakan itu telah memicu aksi beli teknikal," kata pialang dari Sucden, Robert Montefusco, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/7/2005).Juru bicara BP Robert Wine kepada AFP mengatakan, kebakaran terjadi di salah satu kilang yang terletak di Texas, bagian selatan AS. Kebakaran terjadi pada fasilitas yang juga pernah meledak pada Maret lalu dan melukai 15 orang. "Tidak ada yang terluka. Kami telah memberi peringatan kepada penduduk setempat untuk menutup jendela dan tetap berada di dalam rumah. Namun tidak ada zat-zat yang berbahaya," katanya.Jika beroperasi penuh, produksi di kilang BP terbesar ini memproses sekitar 460 ribu barel minyak per hari. "Sepertinya di kilang itu akan ada penurunan sekitar 60 ribu barel per hari akibat ledakan tersebut. Namun ada kemungkinan ledakan itu tidak akan mempengaruhi produksi pada jangka panjang, karena BP dapat memindahkan produksinya ke bagian lain dari kilang tersebut," kata Montefusco.Analis perminyakan dari Fimat, Mike Fitzpatrick mengatakan, saat ini masih ada reaksi sesaat terhadap jumlah cadangan minyak, setelah pemerintah AS mengeluarkan gambaran soal cadangan minyak dan gas AS. "Selain itu juga ada masalah kilang, dan ekonomi berjalan pada tahap yang baik," kata Fitzpatrick.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































